Givri Taj Ungkap Operasi di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting

Author: Redaksi Android62

Givri Taj mengungkap rangkaian operasi plastik yang ia jalani di Beauty Medika Hospital, Ho Chi Minh City, Vietnam. Tindakan itu mencakup sedot lemak di beberapa bagian tubuh, pengangkatan kulit berlebih di perut, serta pemindahan lemak ke area bokong dan payudara.

Ia menyebut prosedur tersebut dilakukan setelah dirinya datang sebagai pasien biasa, tanpa lebih dulu memiliki hubungan kerja sama dengan dokter maupun rumah sakit. Setelah melihat hasil yang dinilainya memuaskan, Givri kembali menjalani tindakan lain di tempat yang sama dan kemudian menerima tawaran menjadi brand ambassador.

Prosedur yang Dijalani Givri

Givri menjelaskan bahwa tubuhnya dibentuk melalui beberapa tahap operasi. Sedot lemak dilakukan pada lengan, punggung, perut, dan ketiak, lalu sisa kulit di area perut dipotong agar bagian itu tampak lebih rata.

Prosedur Bagian Tubuh Keterangan
Sedot lemak Lengan, punggung, perut, ketiak Dilakukan di beberapa area tubuh
Pengangkatan kulit berlebih Perut Bagian perut dibuat lebih rata
Fat grafting Bokong dan payudara Lemak hasil sedot lemak dipindahkan ke area ini

Menurut penuturannya, lemak hasil sedot lemak dipindahkan ke bokong dan payudara melalui prosedur fat grafting. Ia juga menyebut perubahan pada wajahnya sangat terbatas karena hanya menjalani operasi kelopak mata untuk membuat sisi kanan dan kiri lebih simetris.

“Saya sedot lemak di seluruh tubuh, lengan, punggung, perut, ketiak. Lalu sisa kulit perut dipotong dan dibuat rata. Dan lemak dari badan dipindah kan ke area bokong dan payudara,” ujarnya.

Alasan Menerima Kerja Sama

Givri mengaku awalnya hanya datang sebagai pasien biasa dan tidak langsung terikat kerja sama apa pun. Keputusan menerima tawaran brand ambassador baru muncul setelah ia membuktikan sendiri hasil tindakan yang dijalani bersama Dr. Richard sangat memuaskan.

“Awalnya saya hanya pasien biasa. Saya menerima tawaran menjadi brand ambassador karena saya sudah membuktikan sendiri hasil operasi bersama Dr. Richard sangat memuaskan,” kata Givri.

Ia menambahkan bahwa Dr. Richard kemudian mencari tahu tentang dirinya sebelum menawarkan kerja sama tersebut. Sebelumnya, Givri disebut kembali ke Ho Chi Minh untuk menjalani operasi lain sebelum penawaran itu datang.

Vietnam Dinilai Lebih Maju

Dalam pandangannya, perkembangan operasi plastik di Vietnam lebih maju dibanding Indonesia. Ia menilai tindakan semacam itu di Indonesia masih kerap dianggap tabu dan dikaitkan dengan penilaian negatif oleh sebagian masyarakat.

“Karena di Indonesia operasi plastik itu masih dianggap hal yg melanggar agama dan hal yang tabu untuk dilakukan. Sementara di Vietnam operasi plastik itu sudah seperti kebutuhan,” ungkapnya.

Givri juga menyebut pengalaman dokter di Vietnam lebih banyak karena industri bedah plastik di sana sudah lebih berkembang. Menurutnya, hal itu membuat pilihan obat-obatan dan kemampuan dokter menjadi lebih unggul dibanding Indonesia.

“Otomatis pengalamannya jauh lebih banyak di banding Indonesia baik itu dari obat-obatannya ataupun skill dari dokternya,” tambahnya.

Meski terbuka soal tindakan pada tubuhnya, Givri menegaskan bahwa ia belum ingin mengubah wajah lebih jauh. Ia masih mempertahankan karakter asli wajahnya dan hanya membuka kemungkinan tindakan lain jika memang diperlukan di masa depan.

“Kalau untuk tubuh saya sudah sangat puas. Untuk wajah, saya hanya operasi kelopak mata karena kanan dan kiri saya tidak sama tinggi. Jadi saya ingin membuatnya lebih simetris, bukan mengubah wajah,” tuturnya.

“Selebihnya wajah saya masih original. Tapi saya juga tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti operasi hidung atau bagian wajah lain yang memang bisa mengubah penampilan,” bebernya.

Untuk saat ini, Givri menegaskan belum ingin mengubah wajahnya lebih jauh. Ia menyebut tindakan yang dilakukan sekarang masih sebatas memperbaiki, bukan mengubah penampilan secara total.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru