Google kini mulai menanamkan teknologi AI ke jantung Hollywood melalui kemitraan dengan A24, studio independen di balik film seperti Ex Machina dan Backrooms. Langkah ini disebut sebagai investasi sekitar $75 juta dan menjadi pertama kalinya Google mengambil saham di sebuah studio film.
Kemitraan tersebut menempatkan DeepMind bersama A24 untuk mengembangkan alat yang ditujukan bagi produksi dan distribusi film. Namun, Google tidak diberi akses ke perpustakaan film dan televisi milik studio itu, sehingga kerja sama ini tetap dibatasi pada pengembangan alat.
Fokus pada alat kreatif, bukan pengganti pembuat film
A24 dan Google menegaskan bahwa arah kerja sama ini bukan untuk menggantikan sineas, melainkan mendukung proses kreatif. Scott Belsky dari A24 menyebut kedua pihak ingin menemukan penggunaan AI yang tetap menjaga kendali kreatif dan mendorong keberanian mengambil risiko.
Ia juga menekankan bahwa alat yang dibayangkan tidak akan menyerupai model generatif yang selama ini banyak ditolak para pembuat film. Dari pihak DeepMind, Eli Collins mengatakan bahwa terobosan biasanya muncul ketika teknologi diberikan kepada para praktisi terbaik di bidangnya.
A24 sendiri sudah memiliki divisi teknologi dan inovasi bernama A24 Labs. Divisi ini tengah mengembangkan alat storyboarding berbasis AI yang dapat membantu filmmaker menemukan potensi masalah produksi sebelum syuting dimulai.
Gelombang baru pendekatan Google ke industri film
Kerja sama dengan A24 bukan satu-satunya langkah Google menuju dunia perfilman. Pada Januari 2026, perusahaan itu berkomitmen menyalurkan $2 juta untuk program pelatihan AI bagi seniman melalui Sundance Institute dan organisasi perfilman lain.
Pada April, Google juga meluncurkan Maps Imagery Grounding, alat AI yang memungkinkan filmmaker dan agensi kreatif membuat gambar serta adegan animasi berdasarkan lokasi dunia nyata dengan memanfaatkan data Google Street View. Rangkaian langkah ini memperlihatkan bahwa Google tidak hanya membangun model AI, tetapi juga mencoba masuk ke alur kerja kreatif yang dipakai industri hiburan.
Perdebatan AI di Hollywood belum mereda
Masuknya Google ke A24 terjadi ketika Hollywood masih memperdebatkan peran AI dalam pembuatan film. Perdebatan itu menguat setelah pemogokan panjang SAG-AFTRA dan Writers Guild of America pada 2023 yang ikut menyoroti kekhawatiran terhadap penggunaan AI di industri.
Pada Desember 2025, sejumlah figur industri seperti Joseph Gordon-Levitt dan Natasha Lyonne meluncurkan Creators Coalition on AI. Kelompok itu mendorong standar untuk pelatihan dan penggunaan AI dalam karya kreatif.
Di lingkungan A24 sendiri, sikap skeptis terhadap AI generatif juga masih terdengar. Kane Parsons, sutradara Backrooms, baru-baru ini menyebut AI generatif sebagai sumber dampak yang “benar-benar berbahaya” dan bagian dari “kerusakan budaya dan ekonomi” yang lebih luas.
Parsons bahkan mengatakan bahwa jika bisa, ia ingin membuat AI generatif “menghilang selamanya”. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kerja sama teknologi besar dan studio film masih berjalan di tengah perdebatan tajam soal batas aman AI di Hollywood.
