Prison of Husks Langsung Menarik Perhatian, Soulslike Retro yang Tampil Berbeda

Author: Redaksi Android62

Demo Prison of Husks berhasil menonjol karena tidak terasa seperti soulslike lain yang sekadar meniru bayangan FromSoftware. Game ini justru menawarkan identitas yang kuat lewat pendekatan visual retro PS1 dan ritme pertarungan yang cukup meyakinkan untuk membuat pemain ingin mencoba lagi.

Yang paling cepat mencuri perhatian adalah presentasinya. Prison of Husks memakai rasio aspek 4:3 yang dipaksa, resolusi default 640×480, dan menu konsol yang tebal serta sederhana, sehingga tampil seperti permainan era lama yang sengaja dihidupkan kembali.

Visual retro yang tidak terasa tempelan

Di tengah banyaknya soulslike indie yang terasa terlalu dekat dengan pola yang sudah dikenal, Prison of Husks memilih jalur berbeda. Nuansa visualnya dinilai memadukan aura Demon’s Souls dengan desain level yang mengingatkan pada seri Souls, lalu diberi sentuhan yang membuatnya tidak sekadar menumpang tren.

Gaya PS1 yang diusung juga memberi kesan bahwa arah artistiknya dipikirkan dengan serius. Hasilnya, game ini terlihat seperti proyek yang sengaja membangun atmosfer khas, bukan versi modern yang hanya dipoles setengah hati.

Pertarungan yang mendorong pemain kembali mencoba

Dari sisi gameplay, demo ini disebut berhasil meyakinkan lewat sistem perfect block parry. Satu miniboss bahkan cukup menantang sampai percobaan berulang kali akhirnya berbuah kemenangan, yang menunjukkan adanya ritme pertarungan yang bisa membuat pemain bertahan lebih lama.

Meski demikian, masih ada batasan pada respons tempur. Jendela waktu untuk membalas setelah parry terasa kurang lega, dan Prison of Husks juga belum memiliki umpan balik sejelas meter stagger milik Sekiro.

Walau belum sempurna, sensasi bertarungnya tetap dianggap memuaskan. Dalam penilaian yang muncul, game ini bahkan terasa lebih baik daripada banyak “Sekiro tiruan” lain yang pernah dicoba, meski belum sampai pada titik benar-benar matang.

Dunia gothic yang akrab, tetapi tetap punya identitas

Selain sistem pertarungan, atmosfer menjadi penopang penting permainan ini. Prison of Husks bermain di wilayah yang dekat dengan Demon’s Souls dan, dalam kadar lebih kecil, Dark Souls 1, terutama lewat struktur gothic yang tinggi, kelabu, dan menekan.

Ada pula lapisan cerita yang terasa samar namun mengganggu. Pemain mengambil peran sebagai semacam boneka automaton seukuran manusia yang dirasuki jiwa tersesat, meski pembacaan lain juga masuk akal, yakni jiwa yang justru menumpang pada tubuh-tubuh boneka automaton di tengah kutukan entropi yang memenuhi dunia game.

Lebih condong ke action ketimbang RPG

Secara mekanik, Prison of Husks tampak memilih jalur action dan eksplorasi dibanding RPG yang berat. Dari yang terlihat di demo, belum ada sistem stat, kelas, atau leveling yang rumit seperti pada banyak action RPG lain.

Namun, halaman Steam game ini memberi isyarat bahwa variasi build tetap akan hadir lewat senjata dan aksesori tambahan. Artinya, ruang kustomisasi masih disiapkan, hanya saja tidak dibangun lewat struktur karakter yang kompleks.

Ringan di Steam Deck dan masih menunggu rilis

Detail lain yang memperkuat kesan positif datang dari performanya di Steam Deck. Game ini dilaporkan berjalan lancar tanpa banyak penyesuaian, sesuatu yang tidak selalu otomatis terjadi meski tampil dengan visual retro.

Layar 16:10 milik Steam Deck juga disebut cocok dengan rasio 4:3 yang dipakai game ini. Prison of Husks sendiri masih dijadwalkan meluncur sometime this year, sementara demonya sudah bisa dicoba dan dimasukkan ke wishlist di Steam.

Berita Terbaru