GoRide Hemat Dihapus, GoJek Kembali Terapkan Potongan 8 Persen dan Tarif Penumpang Disesuaikan

Author: Redaksi Android62

GoJek menghentikan skema langganan GoRide Hemat dan mengembalikannya ke mekanisme bagi hasil 8 persen. Perubahan ini membuat layanan tersebut diperlakukan sama seperti GoRide reguler dalam pemotongan pendapatan mitra, sementara pengguna bersiap menghadapi penyesuaian tarif yang disebut tipis.

Bagi penumpang, dampaknya memang tidak langsung terasa besar. GoTo menyebut kenaikan tarif akan tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan tidak akan dilakukan secara agresif.

Hans Patuwo, Direktur Utama/CEO GoTo, menegaskan perusahaan ingin menjaga layanan tetap terjangkau. Di saat yang sama, perusahaan juga ingin memastikan kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi perhatian utama.

Perubahan ini hanya menyasar GoRide Hemat. GoTo menegaskan layanan GoRide reguler tidak menjadi fokus utama dari skema baru tersebut.

Skema lama dinilai belum seimbang

Keputusan mengakhiri program langganan muncul setelah evaluasi menyeluruh oleh GoTo. Perusahaan menilai skema lama belum memberi keseimbangan yang ideal bagi pengemudi.

Hans menjelaskan, penyesuaian dilakukan agar model layanan lebih selaras dengan kesejahteraan mitra. Karena itu, GoTo memilih menghentikan skema langganan dan kembali ke pola potongan 8 persen.

Perusahaan juga meminta pelanggan memahami arah kebijakan ini. Penyesuaian harga diposisikan sebagai bagian dari upaya mendukung pendapatan mitra pengemudi di lapangan.

Dari uji coba terbatas lalu meluas

Program langganan GoRide Hemat pertama kali diuji secara terbatas pada November 2025. Setelah itu, layanan tersebut diperluas ke seluruh Indonesia pada Februari 2026 sebelum akhirnya dihentikan.

Keterangan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Dalam penjelasannya, Hans menyebut evaluasi internal menjadi dasar utama perubahan kebijakan ini.

Meski program langganan berakhir, GoTo belum langsung menjalankan sistem baru sepenuhnya. Perusahaan masih menunggu detail implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.

Masih menunggu detail penerapan

Wakil Direktur Utama GoTo, Chaterine Hindra Sutjahyo, mengatakan perusahaan masih terus berdialog dan berkomunikasi soal rincian penerapan sistem bagi hasil 8 persen. GoTo ingin mengumumkan timeline implementasi sekaligus agar tidak dilakukan bertahap.

Sikap menunggu itu menunjukkan bahwa perubahan teknis belum sepenuhnya final. Namun arah kebijakannya sudah jelas, yakni menghapus skema langganan GoRide Hemat dan menggantinya dengan potongan 8 persen seperti layanan reguler.

Bagi pengguna, yang paling terasa nanti adalah penyesuaian tarif yang disebut sangat terbatas. GoTo menegaskan perubahan itu tetap dijaga agar layanan tidak kehilangan daya jangkau bagi masyarakat.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru