Luar Biasa, SMC Diduga Terbelah Dua Akibat Tarikan Gravitasi LMC

Author: Redaksi Android62

Tarikan gravitasi Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud diduga menjadi pemicu utama perubahan besar pada Awan Magellan Kecil. Galaksi kerdil yang mengorbit Bima Sakti itu kemungkinan tidak lagi berada dalam kondisi utuh dan tengah terbelah dua.

Temuan ini memberi gambaran bahwa lingkungan kosmik di sekitar Bima Sakti lebih dinamis daripada yang selama ini terlihat. Di balik penampakannya yang samar dari Belahan Bumi Selatan, Small Magellanic Cloud menyimpan jejak gangguan gravitasi yang sangat kuat.

Pergerakan ribuan bintang muda jadi petunjuk

Kesimpulan tersebut muncul dari analisis terhadap sekitar 7.000 bintang masif muda di dalam SMC. Tim astronom dari Universitas Nagoya, Jepang, memilih bintang muda karena geraknya dapat memperlihatkan jejak dinamika awal galaksi dengan lebih jelas.

Hasil pengamatan menunjukkan pola yang tidak biasa. Bintang-bintang di sisi yang berbeda dari SMC bergerak saling berlawanan, seolah-olah ada gaya yang sedang menarik struktur galaksi itu menjauh dari pusatnya.

Kengo Tachihara, salah satu penulis utama penelitian, menyebut sebagian bintang bergerak menuju LMC, sedangkan sebagian lainnya justru bergerak menjauh. Pola itu memperkuat dugaan bahwa SMC sedang mengalami proses perpecahan.

Tidak tampak rotasi yang jelas

Tim peneliti juga tidak menemukan bukti rotasi yang jelas pada populasi bintang masif di SMC. Kondisi ini berbeda dari banyak galaksi lain, termasuk Bima Sakti, yang umumnya memperlihatkan putaran struktur yang lebih teratur.

Ketiadaan rotasi membuat para peneliti menduga bahwa massa dan bentuk SMC selama ini belum dipahami secara tepat. Jika temuan ini makin kuat, model lama tentang sejarah interaksi antara Bima Sakti, SMC, dan LMC perlu ditinjau ulang.

Satoya Nakano menambahkan bahwa peninjauan ulang tersebut tidak hanya menyangkut struktur galaksi, tetapi juga perkiraan massa serta relasi gravitasi ketiga sistem kosmik itu dalam jangka panjang.

Dampak pada pemahaman galaksi satelit

SMC selama berabad-abad dikenal sebagai salah satu galaksi satelit terdekat dan paling mudah diamati dari Bumi bagian selatan. Namun, hasil terbaru itu menunjukkan bahwa galaksi kerdil tersebut mungkin sedang berada dalam fase perubahan besar yang belum sepenuhnya dipahami.

Proses pencabikan oleh gravitasi LMC juga memberi kesempatan langka bagi astronom untuk melihat langsung bagaimana interaksi antargalaksi dapat mengubah bentuk dan nasib sebuah sistem bintang. Dalam skala kosmik, proses seperti ini dapat berlangsung sangat lama, tetapi tanda-tandanya mulai terlihat dari pergerakan bintang yang tidak sejalan.

Para astronom kini terus memantau apakah SMC benar-benar akan terpecah menjadi dua galaksi yang lebih kecil. Kemungkinan lain tetap terbuka, yaitu galaksi itu perlahan terserap oleh gravitasi Awan Magellan Besar dan Bima Sakti seiring waktu.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru