Gosip Carlos Ghosn Kembali Memimpin Nissan Ditolak, Espinosa Tetap Diandalkan

Author: Redaksi Android62

Manajemen Nissan Motor Co. menolak usulan agar Carlos Ghosn kembali memimpin perusahaan, meski permintaan itu sempat muncul dalam rapat umum pemegang saham tahunan. Perusahaan menegaskan tidak ada rencana untuk memasukkan kembali mantan bos tersebut ke jajaran manajemen.

Penolakan itu menutup wacana yang sempat menarik perhatian karena datang di saat Nissan masih berupaya memperkuat pemulihan bisnisnya. Bagi sebagian pemegang saham, nama Ghosn masih identik dengan masa kebangkitan besar Nissan pada awal 2000-an.

Nissan memilih melanjutkan arah yang sudah berjalan

Dalam rapat yang sama, Nissan juga menegaskan fokus perusahaan kini berada di bawah kepemimpinan CEO Ivan Espinosa. Espinosa kembali memperoleh dukungan dari para pemegang saham, menandakan kesinambungan arah yang tengah ditempuh perusahaan.

Di bawah strategi produk yang dikaitkan dengan Espinosa, Nissan disebut mengutamakan perampingan portofolio, sikap yang lebih realistis terhadap pasar, serta transisi elektrifikasi yang pragmatis. Pendekatan itu menunjukkan perubahan dari era yang lebih menonjolkan volume penjualan menuju penekanan pada kualitas dan profitabilitas.

Espinosa juga disebut sebagai salah satu arsitek utama lini produk Nissan saat ini. Perannya dinilai penting dalam membentuk identitas produk yang lebih fokus dan efisien.

Warisan besar Ghosn masih diingat investor

Permintaan agar Ghosn kembali muncul menunjukkan bahwa pengaruhnya belum sepenuhnya hilang di mata sebagian investor Nissan. Namun warisan itu juga tidak bisa dilepaskan dari akhir perjalanan yang kontroversial.

Carlos Ghosn bergabung dengan Nissan pada 1999 melalui aliansi Renault-Nissan dan memimpin program restrukturisasi Nissan Revival Plan. Program itu berhasil membuat Nissan kembali mencetak keuntungan dan sering dianggap sebagai salah satu kebangkitan korporasi paling spektakuler di industri otomotif modern.

Rekam jejak itulah yang membuat sebagian pemegang saham masih memandang Ghosn sebagai figur penyelamat. Di tengah tekanan bisnis saat ini, nama tersebut kembali diangkat sebagai pembanding dalam menilai masa depan Nissan.

Pada 2018, Ghosn ditangkap di Jepang atas dugaan pelanggaran keuangan. Setelah itu, ia diberhentikan dari jabatannya sebagai chairman Nissan dan Mitsubishi Motors, lalu melarikan diri dari Jepang ke Lebanon pada tahun berikutnya.

Fokus utama Nissan kini ada pada restrukturisasi dan elektrifikasi

Sikap manajemen menunjukkan Nissan tidak ingin membuka kembali bab yang sarat kontroversi. Perusahaan tampak memilih menjaga konsistensi strategi yang sudah diarahkan oleh Espinosa.

Nissan saat ini menempatkan restrukturisasi global sebagai prioritas penting. Perusahaan juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional serta percepatan pengembangan kendaraan listrik untuk menghadapi persaingan yang makin ketat, terutama dari pabrikan Tiongkok.

Nissan disebut mengandalkan kombinasi e-POWER dan EV untuk menjawab kebutuhan konsumen. Di saat yang sama, perusahaan berupaya menjaga ketat biaya pengembangan agar pemulihan bisnis bisa berlangsung lebih sehat.

Espinosa juga disebut sebagai salah satu otak di balik cetak biru Nissan Ambition 2030. Pendekatan elektrifikasinya dinilai lebih fleksibel dibanding sebagian pabrikan yang lebih cepat mengumumkan penghentian total mesin bensin dalam waktu dekat, karena mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di berbagai negara.

Munculnya usulan soal Ghosn pada akhirnya memperlihatkan perdebatan lama yang belum sepenuhnya hilang di internal pemegang saham. Meski begitu, sinyal dari manajemen cukup jelas, Nissan memilih melanjutkan restrukturisasi global dan strategi elektrifikasi pragmatis bersama Ivan Espinosa.

Source: kabaroto.com
Berita Terbaru