GoTo Dukung Porsi Driver Naik Ke 92 Persen, Pemerintah Tegaskan Bisnis Harus Tetap Sehat

Pembahasan soal pembagian hasil bagi driver ojol kembali mengemuka setelah GoTo menyatakan dukungan terhadap dorongan pemerintah untuk menaikkan porsi pendapatan pengemudi. Dalam skema yang tengah dibahas, porsi driver disebut bisa naik dari sekitar 80% menjadi 92% dari setiap transaksi.

Isu ini bukan sekadar soal angka, karena dampaknya menyentuh jutaan mitra pengemudi yang terlibat dalam ekosistem GoTo. Di saat yang sama, pemerintah juga menegaskan bahwa kesejahteraan pengemudi harus bergerak bersama dengan bisnis aplikator yang tetap sehat dan berkelanjutan.

Skala mitra yang dibahas sangat besar

Dalam pertemuan antara CEO GoTo Hans Patuwo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kondisi ekosistem mitra pengemudi menjadi salah satu pokok pembahasan. GoTo menyampaikan bahwa jumlah pengemudi aktifnya di seluruh Indonesia berada di kisaran 800 ribu hingga 1 juta orang.

Jumlah itu belum termasuk pengemudi yang pernah terlibat sejak awal operasional ekosistem tersebut. Secara keseluruhan, GoTo mencatat sekitar 3 juta pengemudi pernah bergabung, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang sudah tidak lagi aktif.

Porsi pendapatan jadi fokus utama

Di tengah besarnya skala mitra itu, pembahasan mengenai pendapatan pengemudi mendapat perhatian besar. GoTo menyatakan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan penghasilan pengemudi online.

Salah satu skema yang dibicarakan adalah perubahan pembagian hasil dari sekitar 80% menjadi 92% untuk driver dari setiap transaksi. Angka itu menunjukkan ruang perubahan yang cukup besar dalam pengaturan pendapatan antara pengemudi dan aplikator.

Meski demikian, pembahasan tersebut belum final. Pemerintah masih melanjutkan dialog dengan pelaku industri untuk mencari titik temu yang dianggap adil bagi semua pihak.

Pemerintah ingin keseimbangan tetap terjaga

Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa Presiden menekankan satu hal penting, yaitu peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan bisnis yang adil dan berkelanjutan. Dalam penjelasan itu, aplikator juga diharapkan tetap memperoleh keuntungan yang wajar dan meningkat.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan tidak hanya berpusat pada nasib driver. Pemerintah juga memperhitungkan keberlangsungan industri transportasi digital yang menjadi penghubung antara penumpang, mitra, dan platform.

Di titik ini, penyesuaian kebijakan tidak bisa dilakukan secara sederhana. Ada dorongan agar pengemudi mendapat porsi lebih besar, tetapi ada pula kebutuhan menjaga ekosistem bisnis agar tetap sehat.

Kolaborasi ditempatkan sebagai kunci

Pertemuan Hans Patuwo dan Teddy Indra Wijaya berlangsung di kantor Sekretariat Kabinet pada Jumat malam. Informasi mengenai pertemuan itu kemudian disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu.

Dalam unggahan tersebut, kolaborasi disebut sebagai kunci untuk mendorong kenaikan kesejahteraan. Pesan singkat itu menegaskan arah pembicaraan antara pemerintah dan GoTo, yakni mencari jalan bersama tanpa mengabaikan keseimbangan bisnis.

Dengan jumlah mitra yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang aktif, serta total pernah bergabung sekitar 3 juta pengemudi, hasil dialog ini berpotensi memengaruhi hubungan antara aplikator dan driver di ekosistem transportasi digital. Pembahasan mengenai pembagian hasil 92% pun kini menjadi salah satu isu yang paling diperhatikan dalam percakapan soal nasib pengemudi ojol.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait