Gamer Harus Menunggu Lebih Lama, GPU Baru Nvidia dan AMD Kabaranya Meleset ke 2028

Generasi GPU gaming berikutnya dari Nvidia dan AMD disebut ikut bergeser jauh dari jadwal yang selama ini dianggap normal. Sejumlah laporan kini menempatkan peluncuran kartu grafis baru kedua perusahaan itu di akhir 2027, bahkan ada yang mengarah ke awal 2028.

Jika skenario itu benar, pasar PC gaming akan menghadapi jeda generasi yang jarang terjadi. Pola rilis yang biasanya bergerak dalam siklus sekitar dua tahun berpotensi berubah menjadi penantian yang mendekati tiga tahun.

Tekanan AI dan memori jadi faktor utama

Sejumlah penjelasan yang muncul mengarah pada tekanan pasokan memori serta lonjakan kebutuhan perangkat keras AI. Memori bandwidth tinggi atau high-bandwidth memory kini sangat diburu untuk akselerator AI, sehingga kapasitas produksi lebih banyak tersedot ke sektor pusat data dan komputasi enterprise.

Situasi itu membuat produk AI dinilai lebih menarik secara bisnis karena marginnya lebih tinggi dibanding GPU gaming konsumen. Akibatnya, pemasok chip dan memori disebut memprioritaskan segmen yang paling menguntungkan, sementara kartu grafis untuk gamer mendapat ruang produksi yang lebih sempit.

Dalam kondisi seperti ini, penundaan peluncuran GPU gaming menjadi lebih mudah dipahami. Ketika komponen penting dan kapasitas manufaktur sudah terkunci untuk kebutuhan AI, dorongan untuk menghadirkan lini consumer baru ikut melambat.

AMD dan Nvidia sama-sama terdorong mundur

Tweakers, media teknologi asal Belanda, melaporkan bahwa mitra board yang hadir di Computex 2026 memperkirakan lini GPU gaming baru dari AMD dan Nvidia meleset dari siklus tradisional. Informasi itu masih belum terkonfirmasi, sehingga posisinya tetap sebagai indikasi industri, bukan pengumuman resmi.

Untuk AMD, penundaan tersebut dikaitkan dengan arsitektur RDNA 5 yang sudah lama dinantikan pasar. Beberapa mitra add-in-board yang disebut Tweakers memperkirakan RDNA 5 baru hadir pada paruh kedua 2027.

Namun, ada pula sumber lain yang menilai jadwal itu masih terlalu optimistis. Pandangan tersebut menyebut akhir 2027 atau awal 2028 sebagai waktu yang lebih realistis untuk peluncurannya.

Di sisi Nvidia, perusahaan itu juga belum mengumumkan secara resmi generasi GeForce gaming berikutnya. Ekspektasi industri kini menempatkan GPU gaming berbasis Rubin di kisaran waktu yang sama dengan Radeon generasi baru dari AMD.

Dampak yang paling terasa bagi gamer

Bila dua produsen terbesar GPU diskret sama-sama mundur, pasar akan kehilangan ritme pembaruan yang selama ini menjadi acuan konsumen. Dampaknya bukan hanya pada pembeli baru, tetapi juga pada pengguna yang menunda upgrade sambil menunggu lompatan performa generasi berikutnya.

Penundaan seperti ini juga bisa mengubah pola belanja pengguna PC gaming. Sebagian konsumen yang semula berharap menahan pembelian hingga generasi baru tiba mungkin harus mempertimbangkan kembali rencana upgrade mereka.

Di sisi lain, jeda yang lebih panjang memberi ruang bagi AMD dan Nvidia untuk menyiapkan perubahan arsitektur yang lebih berarti. Pasar pun bisa berharap peningkatan yang lebih substansial, meski hal itu belum dapat dipastikan saat ini.

Apa yang sudah terlihat sejauh ini

Sejauh ini, detail yang paling konsisten tetap berada pada rentang waktunya. AMD disebut mengarah ke RDNA 5 pada paruh kedua 2027, sementara sebagian sumber lain menilai akhir 2027 atau awal 2028 lebih masuk akal.

Nvidia disebut menghadapi situasi serupa untuk generasi GeForce gaming berikutnya. Jika itu terjadi, kedua merek besar GPU akan sama-sama keluar dari pola rilis yang selama puluhan tahun dianggap normal oleh pasar.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal, bulan peluncuran, atau susunan model dari kedua kubu. Karena itu, perhatian pasar untuk sekarang masih tertuju pada apakah sinyal penundaan ini akan mulai muncul dalam komunikasi resmi perusahaan pada periode berikutnya.

Sementara itu, pasar GPU gaming tetap bergerak di bawah bayang-bayang persaingan sumber daya dengan industri AI. Selama permintaan akselerator AI dan memori terkait masih sangat tinggi, lini kartu grafis gaming tampaknya belum menjadi prioritas utama dalam perebutan kapasitas produksi.

Source: tech.sportskeeda.com

Berita Terkait