Garuda Muda sudah menuntaskan pemilihan 23 pemain untuk tampil di Piala Asia U-17 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 5 hingga 22 Mei 2026. Dengan komposisi itu, Timnas Indonesia U-17 langsung menghadapi tantangan besar karena berada di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar.
Susunan akhir ini menegaskan bahwa Kurniawan Dwi Yulianto tidak hanya mencari pemain yang siap secara teknik, tetapi juga sosok yang mampu bertahan dalam tekanan tinggi sejak laga pertama. Indonesia akan membuka perjalanan melawan China pada 5 Mei, lalu bertemu Qatar empat hari sesudahnya, sebelum menutup fase grup dengan Jepang pada 12 Mei.
Kiper jadi lapisan awal pertahanan
Untuk posisi penjaga gawang, Kurniawan membawa tiga nama sekaligus. Mereka adalah Noah Leo Duvert dari Bali United, Abdillah Ishak dari Persija, dan Mike Rajasa dari FC Utrecht.
Keputusan itu menunjukkan bahwa sektor bawah mistar mendapat perhatian serius sebelum turnamen dimulai. Dalam grup yang diisi lawan dengan kualitas serangan tinggi, satu detail kecil di area ini bisa sangat memengaruhi hasil pertandingan.
Komposisi lintas klub dan akademi
Di luar posisi kiper, daftar pemain diisi wajah-wajah dari berbagai klub dan akademi. Ada Putu Ekayana, Mathew Baker, Peres Akwila, Fardan Farras, Chico Jericho, Noah Pohan, dan Fardan Ary yang masuk dalam pilihan akhir.
Skuad juga memuat Randu Aryo dari Persik, Farik Rizqi dari Adhiyaksa, Zidane Raditya dari Persis, Farrel Luckyta dari PSS, Made Arbi dari Bali United, dan Keanu Senjaya dari Bali United. Kehadiran pemain dari klub lokal dan luar negeri memberi variasi dalam komposisi tim muda Indonesia.
Daftar 23 pemain Timnas Indonesia U-17
- Noah Leo Duvert (Bali United)
- Abdillah Ishak (Persija)
- Mike Rajasa (FC Utrecht)
- Randu Aryo (Persik)
- Putu Ekayana (Bali United)
- Farik Rizqi (Adhiyaksa)
- Zidane Raditya (Persis)
- Mathew Baker (Melbourne City)
- Farrel Luckyta (PSS)
- Made Arbi (Bali United)
- Peres Akwila (Persija)
- Fardan Farras (Borneo FC)
- Girly Andrade (Persik)
- Chico Jericho (ASIOP)
- Keanu Senjaya (Bali United)
- Noah Pohan (NAC)
- Alfredo Naraya (Persebaya)
- Miraj Rizky (Adhiyaksa)
- Dava Yunna (Persebaya)
- Ridho (Persija)
- Ichiro Akbar (Persebaya)
- Sean Rahman (Persik)
- Fardan Ary (Adhiyaksa)
Grup B yang menuntut konsentrasi penuh
Jepang, China, dan Qatar membuat Grup B layak disebut sebagai grup terberat bagi Indonesia. Setiap pertandingan menuntut kesiapan teknis, mental, dan disiplin yang konsisten sejak menit awal.
China akan menjadi lawan pertama Garuda Muda di Jeddah, lalu Qatar menunggu pada laga kedua. Jepang hadir di partai terakhir fase grup dan berpotensi menjadi penentu nasib Timnas Indonesia U-17 dalam turnamen ini.
Perpaduan pemain dalam dan luar negeri
Skuad yang sudah final ini memperlihatkan perpaduan pengalaman dari berbagai jalur pembinaan. Nama-nama seperti Mathew Baker dari Melbourne City, Noah Pohan dari NAC, dan Mike Rajasa dari FC Utrecht menambah warna berbeda dalam tim.
Kombinasi pemain dari kompetisi lokal dan luar negeri memberi sinyal bahwa Indonesia ingin memaksimalkan semua potensi yang tersedia. Dengan modal itu, Garuda Muda akan berusaha tampil kompetitif saat menghadapi lawan-lawan kuat di fase grup Piala Asia U-17.
Source: www.viva.co.id