Grup G Menanti Iran, Jaminan Lolos Tak Cukup Saat Belga Dan Mesir Siap Menguji

Author: Redaksi Android62

Di Piala Dunia 2026, Iran langsung dihadapkan pada Grup G yang berisi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Susunan itu membuat perjalanan mereka tidak akan ringan, karena setiap lawan datang dengan karakter permainan yang berbeda dan menuntut konsistensi penuh.

Bagi Iran, grup tersebut menjadi panggung lain untuk membuktikan status mereka sebagai salah satu kekuatan paling berpengaruh di Asia. Reputasi itu tidak muncul dalam semalam, melainkan dibangun dari prestasi panjang, pengalaman di turnamen besar, dan kebiasaan tampil di level tertinggi secara beruntun.

Dalam sepak bola Asia, Iran memang lama dikenal sebagai “raja Asia”. Julukan itu diperkuat oleh tiga gelar Piala Kontinental yang pernah mereka raih, sebuah catatan yang menegaskan bahwa mereka hampir selalu punya daya saing kuat di kawasan ini.

Konsistensi Iran juga terlihat dari kehadiran mereka di Piala Dunia. Mereka akan tampil untuk keempat kalinya secara beruntun, setelah sebelumnya hadir di Brasil 2014, Rusia 2018, dan Qatar 2022.

Pengalaman berulang di ajang sebesar itu penting bagi tim mana pun. Dalam pertandingan dengan tekanan tinggi, jam terbang sering menjadi pembeda saat situasi berjalan ketat.

Momen paling menjanjikan bagi Iran sejauh ini terjadi di Rusia. Saat itu, mereka hampir mencuri perhatian besar di Grup B dan hanya terpaut satu poin dari Spanyol serta Portugal.

Iran menutup fase grup di posisi ketiga dengan hasil yang sangat kompetitif. Mereka kalah tipis 0-1 dari Spanyol, bermain 1-1 melawan Portugal, dan mengalahkan Maroko 1-0.

Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa Iran bisa memberi perlawanan di level tertinggi. Mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi sempat menjadi ancaman nyata bagi dua kekuatan Eropa.

Namun, pengalaman di Qatar memberi gambaran yang lebih keras. Iran hanya mengantongi satu kemenangan, yakni saat menundukkan Wales 2-0, dan gagal lolos dari fase grup.

Mereka membuka turnamen dengan kekalahan telak 2-6 dari Inggris. Setelah itu, Iran kembali kalah 0-1 dari Amerika Serikat sebelum menutup grup dengan kemenangan atas Wales di Al Rayyan.

Kampanye itu menjadi pengingat bahwa reputasi besar dari Asia tidak otomatis cukup di Piala Dunia. Iran tetap harus menjaga ritme dan ketahanan permainan saat menghadapi lawan dengan intensitas dan kedalaman skuad yang lebih tinggi.

Jalan menuju Piala Dunia 2026 sendiri terbilang mulus. Iran memastikan tiket melalui babak kedua kualifikasi AFC di bawah asuhan Amir Ghalenoei.

Pada jalur tersebut, mereka meraih hasil imbang saat melawan Uzbekistan, baik di kandang maupun tandang. Hasil itu sudah cukup untuk membawa Iran melangkah ke putaran final tanpa banyak hambatan berarti.

Keberhasilan tersebut juga menegaskan stabilitas Iran di jalur kompetitif Asia. Di bawah Ghalenoei, mereka tampil efektif dan tidak tersandung pada laga-laga yang menentukan tiket.

Di luar lapangan, perjalanan Iran tidak sepenuhnya tenang. Memanasnya konflik Iran dengan Israel serta Amerika Serikat sebagai tuan rumah sempat memunculkan isu bahwa mereka akan menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026.

Sejumlah anggota FIFA menolak kemungkinan itu dengan alasan sportivitas dan tanpa campur tangan politik. Setelah komunikasi antara FIFA, federasi Iran, dan Donald Trump pada Maret lalu, keputusan akhirnya menegaskan Iran tetap tampil dengan jaminan keamanan.

Kondisi tersebut membuat langkah Iran menuju turnamen ini terasa lebih kompleks. Mereka datang bukan hanya membawa ambisi olahraga, tetapi juga beban politik yang sempat menguji kepastian keikutsertaan mereka.

Dengan modal tiga gelar Piala Kontinental, empat penampilan beruntun di Piala Dunia, dan pengalaman menghadapi lawan elite, Iran tetap layak diperhitungkan. Grup G kini menjadi ujian berikutnya untuk melihat sejauh mana mereka bisa menjaga reputasi sebagai kekuatan Asia di panggung dunia.

Source: bola.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru