Erling Haaland kembali menjadi bahan pembicaraan publik setelah tiba di Oslo, Norwegia, dengan dua barang yang tak biasa: seekor rakun diawetkan dan tas baru dari Dolce & Gabbana. Perpaduan itu membuat penampilannya langsung mencuri perhatian karena jauh dari citra barang bawaan perjalanan yang lazim.
Banyak orang sempat meragukan foto Haaland dan mengira gambar tersebut hasil rekayasa kecerdasan buatan. Namun, rakun yang dibawanya benar-benar nyata dan segera memicu obrolan luas di media sosial.
Suvenir tak biasa dari Dallas
Mengutip HOLA!, rakun itu merupakan suvenir yang dibeli Haaland di Dallas, Texas, Amerika Serikat. Benda pajangan tersebut dijuluki Whiskey Racoon dan dilaporkan berharga sekitar US$750 atau sekitar Rp13,6 juta.
Barang itu kemudian dipasangkan dengan tas jinjing mewah yang juga menarik perhatian. Haaland terlihat membawa model Sicily dari Dolce & Gabbana, bukan koper atau tas perjalanan biasa.
Tas Dolce & Gabbana yang baru dipamerkan
Menurut Vogue, tas yang dibawa Haaland dibuat dari bahan kanvas khaki dengan aksen kulit buaya berwarna merah anggur. Model ini termasuk baru karena baru diperlihatkan dalam peragaan koleksi busana pria Dolce & Gabbana musim semi 2026/2027 pada Juni lalu di Milan, Italia.
Kehadiran tas tersebut menempatkan Haaland di antara nama yang lebih dulu membawa salah satu item baru dari panggung mode ke ruang publik. Pilihan itu juga menegaskan minatnya pada fesyen di luar lapangan hijau.
Gaya pribadi yang terus dibicarakan
Di luar performa sepak bolanya, Haaland memang dikenal punya perhatian besar pada fesyen. Ia kerap disebut sebagai Birkin Boy karena koleksi tas Hermes Birkin yang cukup banyak.
Selain Hermes, Haaland juga pernah tampil dengan tas dari Chanel dan duffle bag dari Louis Vuitton. Karena itu, kombinasi rakun diawetkan dan tas Dolce & Gabbana kali ini kembali menambah daftar gaya unik yang melekat pada dirinya.
Sorotan atas barang bawaan Haaland menunjukkan bahwa penampilan pribadinya kerap menjadi topik tersendiri, terlepas dari reputasinya sebagai penyerang Manchester City. Di Oslo, bukan hanya kedatangannya yang dilihat publik, melainkan juga pilihan barang yang ia bawa pulang.
