Hak Siar Piala Dunia 2026 di India dan China Masih Buntu, FIFA Dikejar Waktu

Author: Redaksi Android62

Jutaan penggemar sepak bola di India dan China masih menunggu kepastian apakah Piala Dunia FIFA 2026 akan tersedia secara resmi di layar mereka. FIFA memang sudah mengamankan hak siar di sedikitnya 175 wilayah, tetapi dua pasar besar itu belum juga punya kesepakatan final.

Ketidakpastian ini muncul saat waktu menuju kick-off pada 11 Juni kian menipis. FIFA menyebut pembicaraan dengan India dan China masih berjalan, namun belum ada pengumuman yang memastikan akses siaran untuk kedua negara tersebut.

India masih jauh dari titik sepakat

Di India, negosiasi disebut berjalan alot karena angka yang ditawarkan belum mendekati permintaan FIFA. Usaha patungan Reliance-Disney dilaporkan mengajukan penawaran US$20 juta untuk hak siar Piala Dunia 2026, jauh di bawah harga yang dipatok FIFA sebesar US$100 juta untuk paket hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030 di India.

South China Morning Post melaporkan bahwa pada Piala Dunia terakhir di Qatar, hak siar di India berada di tangan Reliance dengan nilai sekitar US$60 juta. Namun, kesepakatan saat itu tercapai jauh lebih awal, sekitar 14 bulan sebelum turnamen dimulai.

Kali ini, pasar India dinilai lebih sulit. Reliance-Disney disebut melihat turnamen akan menarik penonton lebih rendah karena sebagian besar pertandingan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sementara banyak laga juga tayang setelah tengah malam waktu setempat di India.

Seorang sumber anonim kepada South China Morning Post mengatakan, “Sepak bola adalah segmen berisiko di India.” Sumber yang sama juga menyebut Sony sempat berdiskusi, tetapi memilih tidak mengajukan tawaran karena dianggap tidak masuk akal secara ekonomi.

China punya basis besar, tetapi belum ada pengumuman

Di China, belum ada pengumuman resmi soal pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Kondisi ini menjadi sorotan karena FIFA mencatat China menyumbang 49,8% dari seluruh jam tayang di platform digital dan sosial secara global selama Piala Dunia 2022.

Pada dua edisi sebelumnya, termasuk 2018 dan 2022, hak siar di China sudah lebih dulu diamankan oleh penyiar negara CCTV. Biasanya, CCTV juga mulai menayangkan konten promosi dan iklan sponsor beberapa pekan sebelum turnamen dimulai.

Hingga kini, CCTV belum memberi komentar atas situasi tersebut. Ketidakpastian ini terasa menonjol karena China memiliki basis penonton sepak bola yang sangat besar dan jangkauan media yang luas.

Angka penonton besar belum tentu membuat negosiasi mudah

Data dari Piala Dunia 2022 menunjukkan China menyumbang 17,7% dari jangkauan televisi linear global, sementara India berkontribusi 2,9%. Jika digabung, kedua negara itu juga menyumbang 22,6% dari total jangkauan streaming digital global.

China disebut memiliki sekitar 200 juta penggemar sepak bola, lebih banyak daripada negara mana pun. Meski begitu, besarnya pasar tidak otomatis membuat nilai hak siar mudah disepakati.

Di India, sepak bola juga kalah kuat secara komersial dibandingkan kriket yang menjadi olahraga paling populer. Perlambatan iklan yang dikaitkan dengan perang Iran disebut ikut menekan ekspektasi pendapatan dari penayangan turnamen ini.

FIFA menegaskan pembicaraan masih berlangsung dan harus tetap rahasia pada tahap sekarang. Selama belum ada kesepakatan final, jutaan penggemar di India dan China masih harus menunggu kejelasan soal bagaimana mereka bisa menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru