Haka Auto Siapkan Talenta Kendaraan Listrik Lewat Kerja Sama dengan Yayasan Perguruan Cikini

Haka Auto memperluas perannya di luar penjualan kendaraan listrik dengan masuk ke ranah pengembangan sumber daya manusia. Melalui kerja sama dengan Yayasan Perguruan Cikini, perusahaan ini ingin menjembatani kebutuhan industri otomotif modern dengan kesiapan lulusan yang akan terjun ke dunia kerja.

Kemitraan tersebut ditandatangani di Head Office Haka Auto, Jakarta Selatan, pada 28 April 2026. Langkah ini menegaskan bahwa persiapan talenta muda ikut dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik yang sedang berkembang.

Sebagai grup mega dealer BYD dan Denza di Indonesia, Haka Auto menempatkan penguatan SDM sebagai fondasi jangka panjang. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menyebut kualitas manusia menjadi elemen utama untuk menghadapi arah industri otomotif yang terus berubah.

Menurut Hariyadi, kerja sama dengan Yayasan Perguruan Cikini bukan sekadar program pendamping, melainkan investasi untuk masa depan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan talenta muda yang siap berkarier, mampu beradaptasi, dan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, termasuk kendaraan listrik.

Jalur dari bangku sekolah ke lingkungan kerja

Program yang disiapkan dalam kolaborasi ini dirancang agar manfaatnya langsung terasa di dunia industri. Bentuknya meliputi pemagangan bagi siswa dan lulusan, pelatihan berbasis industri dengan teknologi terkini, penyiapan tenaga profesional sesuai kebutuhan pasar, hingga peluang berkarier di Haka Auto untuk peserta terbaik.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi peserta didik untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat praktik kerja yang sesungguhnya. Dengan begitu, transisi dari sekolah ke industri diharapkan menjadi lebih mulus dan relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Ketua Yayasan Perguruan Cikini, Ir. Syahril Anwar, menilai kemitraan seperti ini penting bagi dunia pendidikan. Ia memandang pembelajaran akademis perlu disambungkan dengan tuntutan industri agar lulusan memiliki pengalaman yang lebih utuh saat memasuki dunia kerja.

Syahril juga menyoroti persoalan yang kerap muncul di banyak sektor, yakni ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Melalui akses langsung ke lingkungan kerja, peserta didik diharapkan bisa memahami dinamika industri otomotif secara lebih mendalam.

Relevan untuk era kendaraan listrik

Bagi Haka Auto, langkah ini tidak berdiri sendiri dari strategi bisnis yang lebih besar. Sebagai Mega Dealer BYD di Indonesia, perusahaan memandang pengembangan talenta sebagai bagian dari kesiapan menghadapi transformasi menuju kendaraan listrik dan teknologi berkelanjutan.

Cara pandang tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis membutuhkan dukungan ekosistem manusia yang tepat. Karena itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan ditempatkan sebagai salah satu cara membangun kesiapan tenaga kerja sejak dini.

Di sisi lain, Yayasan Perguruan Cikini mendapatkan ruang untuk memperkuat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri nyata. Kolaborasi ini memberi peluang agar lulusan tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga lebih relevan dengan perkembangan teknologi otomotif yang bergerak cepat.

Sinergi Haka Auto dan Yayasan Perguruan Cikini memperlihatkan bahwa agenda kendaraan listrik bukan hanya soal produk dan distribusi. Perusahaan juga ingin ikut mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul di Indonesia, sejalan dengan visinya, “Here to provide your dreams.”

Source: www.oto.com

Berita Terkait