Di pasar mobil bekas, Nissan Grand Livina masih punya daya tarik yang sulit diabaikan karena menawarkan rasa berkendara yang lebih matang dibanding banyak Low MPV lain. Model ini juga menarik perhatian karena harganya sudah turun jauh, bahkan disebut setara mobil LCGC bekas.
Yang membuatnya tetap dicari bukan semata usia pakai, melainkan karakter mobilnya yang berbeda. Grand Livina membawa basis sedan bergaya wagon, sehingga sensasi mengemudinya terasa lebih dekat ke mobil penumpang biasa ketimbang MPV keluarga berpostur tinggi.
Handling yang jadi senjata utama
Salah satu nilai jual terbesar Grand Livina ada pada pengendaliannya. Ground clearance yang rendah ikut membantu mobil ini tetap stabil saat dibawa bermanuver, baik di tikungan maupun di jalan tol.
Rainer dari kanal YouTube Formula Motor TV menilai handling Grand Livina terasa paling enak di kelasnya. Ia juga menyebut body roll dan gejala limbung mobil ini jauh lebih minim dibanding Avanza, Xenia, Mobilio, hingga Xpander.
Karakter itu membuat Grand Livina cocok untuk pembeli yang mencari mobil keluarga dengan rasa berkendara lebih solid. Di tengah dominasi Low MPV yang tinggi dan lebih berorientasi ke ruang kabin, Grand Livina menawarkan pendekatan yang berbeda.
Desain masih punya penggemar
Tampilan Grand Livina juga masih punya tempat tersendiri di mata banyak pembeli. Varian Highway Star memberi kesan lebih modern dan elegan lewat body kit tambahan, side skirt, dan bumper berbeda yang membuat mobil terlihat lebih berisi.
Bentuk wagon yang dulu sempat kurang populer justru menjadi keunggulan di pasar saat ini. Rainer menyebut desain Grand Livina terasa timeless, anti-mainstream, dan tidak cepat terlihat tua.
Alasan itu pula yang membuat model ini tetap punya penggemar loyal di pasar mobil bekas. Bagi sebagian orang, tampilannya bahkan masih menarik untuk dimodifikasi tanpa harus kehilangan identitas aslinya.
Irit, tetapi syaratnya unit harus sehat
Efisiensi bahan bakar menjadi alasan lain Grand Livina bekas kembali diburu. Pada varian CVT, mobil ini disebut sangat irit selama kondisinya sehat dan perawatannya terjaga.
Dalam pengujian di dalam kota, Grand Livina HWS CVT mencatat konsumsi BBM sekitar 15,1 km per liter. Angka itu tergolong baik untuk mobil keluarga tujuh penumpang bermesin 1.500 cc.
Paket transmisi CVT dan penggerak roda depan ikut mendukung efisiensi tersebut. Kombinasi itu membuat Grand Livina dinilai lebih hemat dibanding Low MPV berpenggerak roda belakang.
Tiga catatan yang perlu dipertimbangkan
Meski punya banyak kelebihan, calon pembeli tetap harus melihat sisi minusnya dengan jernih. Catatan pertama ada pada suspensi yang terasa cukup keras ketika melewati jalan rusak atau polisi tidur.
Rainer bahkan menilai bantingannya lebih keras dibanding Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, dan Toyota Avanza. Karena itu, kenyamanan di jalan jelek perlu benar-benar dicek sebelum memutuskan membeli unit bekasnya.
Kekurangan kedua ada pada performa mesin yang dinilai biasa saja. Grand Livina memakai mesin HR15DE 1.500 cc dengan tenaga 107 hp dan torsi 143 Nm, yang cukup untuk kebutuhan harian tetapi bukan yang paling unggul di kelasnya.
Honda Mobilio disebut masih menawarkan performa yang lebih baik, terutama bagi pengguna yang sering melintasi tanjakan berat. Artinya, Grand Livina lebih menonjol pada rasa berkendara dan efisiensi ketimbang tenaga besar.
Fitur bukan sisi terkuatnya
Kekurangan ketiga berkaitan dengan fitur yang belum terlalu modern, bahkan pada tipe Highway Star 2017. Lampu halogen, belum adanya AC digital, serta absennya smart key dan tombol start-stop engine menjadi catatan yang cukup terasa.
Meski begitu, Grand Livina tetap dibekali perlengkapan keselamatan dan kenyamanan dasar yang penting. Mobil ini memiliki dual airbag, ABS, EBD, brake assist, kamera parkir, sensor parkir, dan roof monitor untuk penumpang belakang.
Dengan kombinasi handling stabil, konsumsi BBM yang hemat, dan desain yang masih enak dipandang, Grand Livina bekas tetap punya posisi menarik di pasar. Selama kondisi unit sehat dan riwayat perawatannya jelas, model ini masih layak dilirik oleh pembeli yang menginginkan MPV dengan karakter berbeda.
