Hantavirus Tak Menular Cepat Antarmanusia, Sumber Paparannya Justru Berasal Dari Tikus

Author: Redaksi Android62

Yang membuat hantavirus kerap membingungkan adalah gejalanya bisa mulai seperti flu biasa. Demam, batuk, lelah, sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat dapat muncul pada hantavirus maupun Covid-19, sehingga keluhannya mudah disalahartikan di awal.

Namun, perbedaan paling penting bukan pada gejalanya, melainkan pada sumber penularannya. Corona berpindah antarmanusia dengan cepat, sedangkan hantavirus umumnya terkait dengan hewan pengerat, terutama tikus, sehingga riwayat paparan menjadi petunjuk yang sangat menentukan.

Sumber penularan yang sangat berbeda

Hantavirus secara alami ditemukan pada hewan pengerat, dan tiap jenis virus biasanya berkaitan dengan satu spesies pengerat tertentu. Penularan ke manusia terjadi saat ada kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Berbeda dengan itu, Corona menyebar dari manusia ke manusia melalui droplet, udara, kontak dekat, atau benda yang terkontaminasi percikan dari orang yang terinfeksi. Karena jalurnya antarmanusia, virus ini jauh lebih mudah menjangkau banyak orang dalam waktu singkat.

Hantavirus juga tidak dianggap menular antarmanusia dalam situasi umum. Pengecualian yang sangat langka hanya dilaporkan pada Andes virus di Amerika Selatan.

Gejala awal memang mudah tertukar

WHO menyebut diagnosis dini hantavirus bisa sulit karena gejalanya mirip penyakit demam atau gangguan pernapasan lain. Daftar pembandingnya mencakup influenza, Covid-19, pneumonia virus, leptospirosis, demam berdarah, dan sepsis.

Pada hantavirus, gejala biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Dalam bentuk Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS, kondisi dapat berkembang cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, dan syok.

Bentuk lain, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS, dapat memicu tekanan darah rendah, gangguan pembekuan darah, dan gagal ginjal. Karena itu, keluhan yang tampak seperti flu tidak cukup untuk memastikan jenis infeksi tanpa pemeriksaan medis.

Corona lebih mudah menyebar luas

Corona dinilai jauh lebih mudah menyebar karena berpindah antarmanusia lewat jalur pernapasan dan kontak dekat. Pola penularan ini membuat Coronavirus mampu menimbulkan pandemi global, sedangkan hantavirus cenderung muncul sebagai kasus sporadis atau lokal.

Kasus hantavirus biasanya berkaitan dengan wilayah yang memiliki kontak tinggi dengan hewan pengerat atau lingkungan yang kurang bersih. Sementara itu, Corona bisa menjangkau banyak wilayah karena rantai penularannya berlangsung cepat di tengah interaksi manusia.

Varian Corona seperti Omicron juga sempat dikenal menunjukkan gejala yang cenderung ringan dan menyerupai flu. Meski begitu, penyakit ini tetap berisiko bagi kelompok rentan, termasuk lansia dan penderita komorbid.

Pemeriksaan medis tetap menjadi penentu

WHO menekankan pentingnya riwayat paparan saat dokter menilai dugaan hantavirus. Informasi tentang kontak dengan hewan pengerat, risiko pekerjaan, kondisi lingkungan, riwayat perjalanan, dan kontak dengan kasus yang diketahui menjadi petunjuk penting.

Kepastian infeksi biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan mencakup uji serologis untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG, serta RT-PCR untuk mencari RNA virus pada fase akut.

Proses pengujian sampel yang belum diinaktivasi juga harus dilakukan di fasilitas dengan standar keamanan biologis tinggi. Langkah ini penting karena spesimen pasien dapat membawa risiko biologis.

Penanganan dan pencegahan tidak sama

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui secara luas untuk hantavirus. Belum tersedia juga obat antivirus khusus yang benar-benar efektif, sehingga penanganannya berfokus pada perawatan suportif seperti bantuan pernapasan atau dukungan fungsi ginjal.

Sebaliknya, untuk Corona sudah tersedia berbagai jenis vaksin dan protokol pengobatan antivirus yang lebih mapan. Perbedaan ini menjadi salah satu alasan mengapa kewaspadaan terhadap hantavirus tetap perlu dijaga, terutama saat ada paparan tikus atau lingkungan yang berisiko.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap menjaga kebersihan karena tikus dapat membawa virus ke manusia. Waspada terhadap gejala mirip flu tetap penting, terutama bila keluhan muncul setelah paparan hewan pengerat atau tinggal di lingkungan yang berisiko.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru