Apple tampaknya tidak ingin mengambil risiko berlebihan saat menyiapkan iPhone lipat pertamanya. Perangkat yang disebut-sebut bernama iPhone Ultra itu hanya akan hadir dalam dua pilihan warna, sebuah langkah yang menegaskan arah Apple ke desain yang sederhana, premium, dan aman untuk tahap awal.
Pilihan warna yang terbatas ini juga memberi sinyal bahwa Apple ingin menjaga kesan eksklusif sejak awal. Di saat harga iPhone Ultra diperkirakan bisa menembus lebih dari US$ 2.000, pembatasan warna tampak menjadi bagian dari strategi untuk menekan kerumitan sekaligus mempertahankan aura kelas atas.
Dua warna yang disiapkan
Kabar soal dua pilihan warna ini pertama kali muncul dari pembocor teknologi di Weibo, Instant Digital. MacRumors kemudian menguatkan informasi itu pada Selasa (12/5/2026) dan menyebut putih sebagai salah satu opsi yang paling jelas.
Macworld juga mengutip sumber rantai pasok yang menyebut Apple kemungkinan memakai kombinasi silver putih dan indigo. Warna indigo itu digambarkan mirip deep blue pada iPhone 17 Pro, sehingga palet yang dipilih tetap bergerak di jalur elegan dan tidak mencolok.
Pendekatan ini sejalan dengan citra yang tampaknya ingin dibangun Apple untuk ponsel lipat pertamanya. Alih-alih mengikuti tren warna ramai, Apple justru terlihat memilih nuansa yang lebih tenang agar produk ini terasa lebih mewah.
Produksi jadi pertimbangan penting
Batasan warna yang sedikit juga masuk akal dari sisi manufaktur. Karena lini ponsel lipat masih baru, penyederhanaan pilihan warna bisa membantu Apple mengendalikan produksi dan mengurangi risiko pada tahap awal.
Apple disebut juga ingin membedakan iPhone Ultra dari lini iPhone 18 Pro. Lini iPhone 18 Pro diperkirakan memiliki lebih banyak opsi warna, sehingga iPhone Ultra tetap berdiri sebagai produk puncak, bukan sekadar varian tambahan.
Strategi seperti ini bukan hal asing bagi Apple. Saat iPhone X meluncur pada 2017, perangkat dengan desain baru dan harga premium itu juga hanya tersedia dalam dua warna, yaitu silver dan space gray.
Pola tersebut menunjukkan bahwa Apple sering memilih pendekatan konservatif ketika memperkenalkan kategori produk baru. Pada iPhone lipat, pembatasan warna tampaknya menjadi bagian dari kontrol produksi sekaligus pembentukan identitas produk.
Produksi masih belum sederhana
Di luar urusan warna, tantangan pada sisi manufaktur masih menjadi perhatian besar. Analis rantai pasok Ming-Chi Kuo sebelumnya menyebut produksi iPhone Ultra belum sepenuhnya stabil.
Menurut Kuo, proses manufaktur perangkat lipat masih menghadapi hambatan besar, sehingga distribusi massal kemungkinan baru berjalan lancar pada 2027. Ia juga menjelaskan bahwa angka pesanan 15 juta hingga 20 juta unit yang sempat beredar bukan target penjualan satu tahun, melainkan akumulasi permintaan selama dua hingga tiga tahun masa edar produk.
Kondisi itu membuat strategi warna yang minimalis terasa semakin relevan. Saat produksi masih rumit, Apple tampaknya memilih langkah paling aman agar masuknya ke kategori ponsel lipat tidak menambah beban pada tahap awal.
Akan meluncur bersama lini Pro
Bloomberg melaporkan iPhone Ultra diperkirakan akan diperkenalkan pada September 2026. Perangkat ini disebut akan meluncur bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Jika jadwal itu benar, iPhone Ultra akan hadir sebagai produk yang sejak awal diposisikan sebagai perangkat eksklusif. Dua warna, harga yang sangat tinggi, dan tantangan produksi yang belum tuntas menunjukkan Apple belum ingin menjadikan ponsel lipat pertamanya sebagai produk massal.
Source: www.beritasatu.com