AMD kembali membuka lagi dua nama yang sudah sangat dikenal di kalangan gamer, yaitu Ryzen 7 5800X3D dan Ryzen 7 7700X3D. Namun, sorotan terbesar justru bukan pada kembalinya kedua chip itu, melainkan pada harga resmi yang membuat keduanya terasa sulit dibela.
Di atas kertas, langkah ini seharusnya memberi lebih banyak pilihan bagi pengguna yang ingin merakit atau meng-upgrade PC gaming di tengah harga komponen yang masih tinggi. Masalahnya, banderol yang disiapkan AMD membuat posisi dua prosesor ini langsung terjepit, baik oleh sesama produk AMD maupun oleh pesaing dari Intel.
Harga yang tidak ramah pembeli
Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition dipatok dengan harga resmi $350. Untuk sebuah prosesor yang masih mengandalkan platform AM4 dan DDR4, angka itu terasa berat karena justru lebih mahal daripada Ryzen 7 7700X3D yang lebih baru.
Di sisi lain, Ryzen 7 7700X3D dibanderol $330. Harga ini memang lebih rendah dari 5800X3D, tetapi tetap belum memberi ruang aman karena disebut masih berada sedikit di atas Intel 270K Plus yang dinilai lebih terjangkau.
5800X3D kembali hadir dengan wajah lama
Kembalinya Ryzen 7 5800X3D lewat edisi Anniversary punya nilai nostalgia yang kuat. Prosesor ini pernah dikenal sebagai chip pertama dengan 3D V-Cache dan sempat mengejutkan pasar berkat performa gaming mentahnya yang sangat kuat.
AMD tidak mengubah spesifikasi utamanya. Chip ini tetap membawa delapan core, 16 thread, boost clock hingga 4,5GHz, serta TDP 105W.
Selain itu, AMD juga menyematkan Carbice Ice Pad sebagai material antarmuka termal. Karena tetap memakai soket AM4 dan DDR4, prosesor ini sebenarnya masih relevan bagi pengguna yang ingin menekan biaya rakitan gaming.
7700X3D lebih modern, tetapi tetap berada di zona rawan
Ryzen 7 7700X3D datang dengan pendekatan yang lebih baru. Chip ini menggunakan soket AM5 dan arsitektur Zen 4, sehingga terasa lebih siap untuk platform generasi terkini.
Seperti 5800X3D, prosesor ini juga memiliki delapan core dan boost clock 4,5GHz. Keunggulannya ada pada ekosistem yang lebih modern, termasuk dukungan memori yang lebih cepat dan fitur motherboard yang lebih baru.
Masalahnya, selisih harga yang tidak jauh membuat daya tariknya belum sepenuhnya aman. Ketika selisih itu berhadapan dengan opsi lain yang lebih murah, posisinya menjadi sulit dipertahankan sebagai pilihan paling masuk akal.
Tekanan datang dari luar dan dari keluarga sendiri
Persoalan 7700X3D tidak hanya datang dari pasar secara umum, tetapi juga dari internal AMD sendiri. Meski 7800X3D secara teknis sudah dihentikan, chip itu masih tersedia di banyak ritel dengan harga yang sering sangat dekat ke 7700X3D.
Situasinya makin rumit karena 7800X3D disebut punya boost clock 500MHz lebih tinggi. Bagi pembeli yang memprioritaskan gaming, perbedaan ini bisa membuat model lama tetap terlihat lebih menggoda.
Karena itu, dua prosesor Anniversary ini lebih terlihat seperti pengisi celah di lini produk AMD. Keduanya tetap berguna untuk gamer dengan anggaran lebih ketat, tetapi harga resmi yang dipasang belum benar-benar membantu tujuan itu.
AMD butuh ruang harga yang lebih masuk akal
Secara strategi, AMD tampak ingin memperluas opsi X3D untuk pengguna di platform lama maupun baru. Ide ini masuk akal karena pasar masih menghadapi harga hardware yang terasa mahal, sehingga pilihan yang lebih hemat seharusnya punya tempat.
Namun tanpa penyesuaian harga, 5800X3D dan 7700X3D berisiko kalah oleh alternatif lain yang nilainya lebih jelas. AMD atau retailer disebut mungkin perlu merevisi banderol tersebut agar keduanya lebih menarik saat mulai dijual pada 25 Juni.
