Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Pemerintah Masih Menanti Gerak Minyak Dunia

Author: Redaksi Android62

Peluang penurunan harga BBM nonsubsidi mulai terbuka ketika harga minyak mentah dunia menunjukkan tren melemah. Namun, pemerintah belum menetapkan keputusan karena pergerakan harga global dan Indonesian Crude Price masih berubah-ubah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan penyesuaian harga dapat dilakukan apabila harga minyak dunia turun. Pemerintah kini menyiapkan penghitungan sebelum menentukan formulasi yang berlaku di pasar domestik.

Langkah tersebut menjadi perhatian bagi pengguna BBM nonsubsidi yang mencakup sekitar 20 persen dari total konsumen. Kelompok pengguna ini umumnya berasal dari masyarakat mampu, sehingga penetapan harga juga mempertimbangkan daya beli mereka.

Rapat dengan pelaku usaha energi

Bahlil berencana menggelar rapat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia bahan bakar minyak lainnya. Pembahasan akan berfokus pada harga yang kompetitif tanpa mengganggu kepentingan pelaku usaha sektor perminyakan.

Menurut Media Indonesia, rencana itu disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7). Ia menyebut pemerintah telah melakukan penghitungan awal sebelum berdiskusi dengan badan usaha terkait.

“Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” ujar Bahlil.

Jenis BBM Arah Kebijakan Pertimbangan
BBM nonsubsidi Berpeluang turun Harga minyak dunia dan kondisi pasar
BBM subsidi Belum direncanakan naik Komitmen menjaga harga

Fluktuasi ICP jadi pertimbangan

Pemerintah tidak hanya melihat pelemahan harga minyak mentah dunia dalam satu periode ketika menilai kemungkinan penurunan harga BBM nonsubsidi. Pergerakan Indonesian Crude Price atau ICP juga menjadi unsur penting karena nilainya masih berfluktuasi.

Kondisi itu membuat pemerintah memilih berhati-hati agar perubahan harga tidak dilakukan terlalu cepat. Penyesuaian perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan industri perminyakan.

Bahlil mengatakan pemerintah sedang mencari rumusan yang tidak membebani pengguna maupun pelaku usaha. “Kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna, khususnya yang nonsubsidi. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” katanya.

Pasokan diklaim aman hingga akhir 2026

Di tengah pembahasan harga, pemerintah juga melaporkan perkembangan kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dari sejumlah negara kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.

Ketersediaan pasokan menjadi faktor penting saat harga minyak dunia bergerak dinamis dan memengaruhi pasar dalam negeri. Untuk BBM subsidi, Bahlil menegaskan belum ada rencana kenaikan harga dalam waktu dekat.

“Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah enggak ada kenaikan sama sekali,” pungkasnya. Kepastian tersebut membedakan arah kebijakan BBM subsidi dengan kemungkinan penyesuaian pada produk nonsubsidi.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru