Impor Susu Menutup 80% Kebutuhan, Indonesia Diminta Bangun 20 Peternakan Modern

Author: Redaksi Android62

Ketergantungan Indonesia terhadap susu impor masih berada pada tingkat yang sangat tinggi. Sekitar 80% kebutuhan susu nasional setiap tahun masih dipenuhi dari pasokan luar negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kondisi tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan penambahan produksi kecil. Indonesia disebut memerlukan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk mengejar swasembada susu.

Pasokan Impor Mencapai Jutaan Ton

Volume susu yang diimpor Indonesia diperkirakan mencapai 3,6 juta hingga 3,8 juta ton per tahun. Angka itu menggambarkan besarnya kesenjangan antara kebutuhan nasional dan kemampuan produksi dalam negeri.

Besarnya porsi impor juga membuka ruang bagi investasi di sektor sapi perah domestik. Pembangunan fasilitas produksi modern dipandang dapat menambah pasokan susu segar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar negeri.

Aspek Kondisi Saat Ini Kebutuhan atau Target
Pasokan susu nasional Sekitar 80% dipenuhi impor Mendorong swasembada susu
Impor susu 3,6 juta hingga 3,8 juta ton per tahun Mengurangi ketergantungan luar negeri
Peternakan modern Sedang dibangun di Brebes Sekitar 20 peternakan besar
Peternak sapi perah Sekitar 50.000 orang Setidaknya 100.000 peternak produktif

Brebes Menjadi Gambaran Skala Investasi

Salah satu proyek yang disorot pemerintah berada di Brebes, berupa peternakan sapi perah modern yang sedang dibangun. Fasilitas tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 180.000 ton susu segar setiap tahun.

Kapasitas itu disebut setara kurang lebih 20% dari produksi susu nasional saat ini. Karena itu, keberadaan sejumlah fasilitas dengan skala serupa dinilai penting dalam mempercepat peningkatan produksi domestik.

“Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada,” kata Amran pada Senin (20/7/2026). Pernyataan itu menempatkan investasi peternakan besar sebagai salah satu komponen utama dalam strategi penguatan industri susu.

Peternak Rakyat Tetap Menjadi Penopang

Pembangunan peternakan modern tidak dimaksudkan menggantikan peran peternak rakyat. Pemerintah juga menilai perlu ada peningkatan jumlah peternak sapi perah produktif dari sekitar 50.000 orang menjadi sedikitnya 100.000 orang.

Penambahan jumlah peternak perlu dibarengi pembinaan agar produktivitas dan pasokan susu segar dapat meningkat. Pola tersebut diharapkan menciptakan basis produksi yang lebih luas, bukan hanya bertumpu pada perusahaan besar.

Amran menyatakan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, BUMN, investor lokal, investor asing, dan peternak diperlukan untuk mencapai target itu. Menurut laporan Beritasatu, ia meyakini pembinaan peternak dapat memperkuat jalan menuju swasembada susu.

Perizinan Investasi Akan Dipercepat

Kementerian Pertanian menyatakan komitmennya untuk mempermudah proses legalitas bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor peternakan. Amran menegaskan investasi tidak semestinya terhambat prosedur perizinan yang berbelit.

“Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp, insyaallah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit,” tegasnya.

Percepatan perizinan tersebut diarahkan untuk menarik pembangunan peternakan sapi perah modern dari dalam maupun luar negeri. Namun, penguatan industri tetap memerlukan keterhubungan antara investasi besar dan peningkatan kapasitas peternak rakyat.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru