Harga Diesel Primus Plus milik Vivo kini menjadi perhatian besar di pasar BBM nonsubsidi setelah tembus Rp30.890 per liter. Dalam dua bulan, produk solar ini melonjak Rp16.280 dari posisi Rp14.610 per liter pada 1 Maret 2026.
Kenaikan itu membuat Diesel Primus Plus masuk jajaran BBM nonsubsidi termahal yang dijual operator di dalam negeri. Tekanan paling berat terlihat jelas pada lini solar, sementara harga bensin dari Vivo belum ikut bergerak.
Penyesuaian paling tajam ada di solar
SPBU Vivo menaikkan harga Diesel Primus Plus mulai Jumat, 1 Mei 2026. Langkah ini menempatkan produk tersebut jauh di atas level harga sebelumnya dan memperlebar jarak dengan sejumlah produk diesel lain di pasar.
Di saat yang sama, Vivo tidak mengubah harga dua varian bensinnya. Revvo 92 tetap berada di Rp12.390 per liter dan Revvo 95 masih dijual Rp12.930 per liter.
Pola itu menunjukkan penyesuaian harga di Vivo berlangsung tidak merata. Perubahan besar hanya terjadi pada produk berbasis solar, sedangkan lini bensin masih bertahan di level lama.
Operator lain sudah lebih dulu menyesuaikan harga
Kenaikan di Vivo datang setelah sejumlah operator lain lebih dulu mengubah harga BBM nonsubsidi. Salah satu yang paling menonjol adalah PT Pertamina (Persero), yang menyesuaikan harga sejak 18 April 2026 untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Pada kelompok diesel Pertamina, Dexlite naik menjadi Rp23.600 dari Rp14.200 per liter. Pertamina Dex juga meningkat ke Rp23.900 dari Rp14.500 per liter.
Perubahan di Pertamina tidak hanya terjadi pada solar. Pertamax Turbo ikut naik Rp6.300 menjadi Rp19.400 per liter, sehingga penyesuaian juga merembet ke produk bensin nonsubsidi tertentu.
Harga subsidi masih dijaga
Di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, beberapa produk bersubsidi tetap dipertahankan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap berada di Rp6.800 per liter.
Harga tersebut menegaskan bahwa perubahan yang terjadi saat ini lebih banyak menyasar BBM nonsubsidi. Produk subsidi masih ditahan di level yang sama.
BP juga ikut menyesuaikan lini diesel. BP Ultimate Diesel naik Rp10.940 menjadi Rp25.560 per liter, sedangkan BP 92 dan BP Ultimate tetap di Rp12.390 dan Rp12.930 per liter.
Selisih antaroperator makin terlihat
Jika dibandingkan antaroperator, harga Diesel Primus Plus Vivo kini berada jauh di atas BP Ultimate Diesel maupun produk diesel Pertamina. Selisih itu memperlihatkan pasar BBM nonsubsidi bergerak tidak seragam.
Untuk bensin, jarak harga antaroperator justru masih rapat. Vivo Revvo 92 dan BP 92 sama-sama berada di Rp12.390 per liter, sedangkan Revvo 95 Vivo dan BP Ultimate juga sama-sama tercatat Rp12.930 per liter.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan harga paling kuat masih terkonsentrasi pada segmen diesel. Sementara itu, lini bensin dari Vivo, BP, dan sebagian produk Pertamina masih relatif stabil meski pasar BBM nonsubsidi terus menyesuaikan diri.







