Harga emas perhiasan pada Sabtu pagi, 18 April 2026, bergerak berbeda-beda di tiap toko emas. Di pasar domestik, sejumlah kadar tercatat stabil, sebagian naik tipis, dan ada pula yang menguat lebih jelas.
Perbedaan itu terlihat sejak harga per gram dibanderol dalam rentang yang tidak sama antargerai. Untuk kadar 6 karat, harga berada di kisaran Rp450.000-Rp510.000 dan masih stabil, sedangkan 8 karat bergerak di rentang Rp580.000-Rp640.000 dengan kenaikan tipis.
Pada kadar 9 karat, harga tercatat bertahan di kisaran Rp650.000-Rp720.000. Sementara itu, emas perhiasan 17 karat atau 70 persen berada pada level Rp1.050.000-Rp1.150.000 dan bergerak fluktuatif.
Di kelompok kadar tinggi, 24 karat justru menguat ke kisaran Rp1.480.000-Rp1.560.000. Kondisi ini memperlihatkan bahwa harga perhiasan tidak bisa disamaratakan begitu saja, karena tiap toko memiliki struktur harga yang berbeda.
Selain kadar emas, biaya pembuatan ikut memengaruhi harga akhir yang muncul di etalase. Desain perhiasan dan margin keuntungan gerai juga menjadi pembeda yang membuat harga antartoko bisa berlainan meski sama-sama menjual jenis kadar serupa.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut menahan ruang penurunan harga emas perhiasan. Karena emas diperdagangkan secara global dalam dolar AS, pelemahan mata uang domestik biasanya cepat tercermin di pasar dalam negeri.
Situasi itu membuat penurunan harga sulit terjadi secara tajam. Pasar cenderung bergerak hati-hati karena memperhitungkan arah rupiah dan sentimen emas global secara bersamaan.
Di sisi lain, permintaan industri perhiasan dunia masih terjaga di tengah tekanan inflasi internasional. Kondisi tersebut membantu menopang transaksi sehingga harga tidak bergerak terlalu dalam ke bawah.
Aktivitas di pusat pertokoan emas juga masih terlihat ramai hingga siang hari. Sebagian konsumen memanfaatkan penguatan harga untuk menjual kembali perhiasan, sementara yang lain membeli bertahap sebagai simpanan jangka panjang.
Pola transaksi itu menunjukkan emas perhiasan tetap dipandang bukan hanya sebagai barang konsumsi, tetapi juga penyimpan nilai. Meski begitu, nilai jualnya tetap dipengaruhi kondisi fisik perhiasan, kadar emas, dan biaya pengerjaan yang tidak selalu sama pada setiap produk.
Bagi pembeli, membandingkan harga antar toko menjadi langkah penting sebelum memutuskan transaksi. Nota pembelian juga perlu disimpan agar proses jual kembali lebih mudah dan nilai buyback tidak terlalu tertekan.
Kadar tinggi masih menarik perhatian pasar karena dianggap lebih sensitif terhadap perubahan sentimen. Di saat yang sama, kadar 6 karat dan 9 karat tetap dicari karena harganya lebih terjangkau untuk kebutuhan gaya maupun pemakaian harian.
Sumber pasar yang dikutip dari investor.id juga menyebut kebijakan bank sentral dalam pengelolaan cadangan emas dapat memengaruhi psikologi pelaku pasar. Sentimen seperti ini kerap membuat harga bergerak lebih cepat dalam jangka pendek hingga menengah.
Dengan rupiah yang belum sepenuhnya stabil dan permintaan industri yang masih berjalan, harga emas perhiasan berpeluang tetap berubah-ubah pada perdagangan berikutnya. Perbedaan antargerai kemungkinan masih akan terlihat, terutama pada kadar tinggi yang lebih peka terhadap perubahan sentimen pasar.







