Kenaikan harga Kobo kini menyentuh tiga e-reader utamanya sekaligus, dan yang paling terasa adalah fakta bahwa perangkat yang naik bukan model baru. Ketiganya, yaitu Kobo Clara BW, Kobo Clara Colour, dan Kobo Libra Colour, sama-sama sudah berusia dua tahun, sehingga lonjakan harga ini langsung mengubah cara calon pembeli menilai nilainya.
Kobo Clara BW sekarang dibanderol $159 dari sebelumnya $139. Kobo Clara Colour naik $20 menjadi $180, sedangkan Kobo Libra Colour mendapat kenaikan paling besar dari $230 menjadi $260.
Harga naik di saat peluang sebenarnya terbuka
Waktu kenaikan ini terasa janggal karena pasar sedang memberi ruang bagi Kobo untuk menarik pengguna Kindle yang kecewa. Amazon baru saja menghentikan model Kindle tertuanya, dan langkah itu membuat sebagian pengguna lama merasa tidak puas setelah lama berada di ekosistem Kindle.
Di saat yang sama, beberapa pembaruan Kindle juga disebut memunculkan masalah. Kondisi tersebut sempat membuka harapan bahwa pengguna yang ingin pindah akan melirik Kobo sebagai alternatif, tetapi harga baru justru membuat langkah itu jadi kurang menarik.
Selisih biaya awal kini menjadi pertimbangan yang lebih berat bagi pembeli. Dengan harga terbaru, calon pengguna bisa saja memilih basic Kindle seharga $110 lalu menyisihkan sekitar $50 untuk membeli e-book.
Tiga model yang terdampak
Kenaikan ini berlaku untuk seluruh jajaran e-reader Kobo saat ini. Dampaknya tidak hanya terasa pada satu perangkat premium, tetapi juga pada model dasar dan model warna yang selama ini menjadi pintu masuk ke lini Kobo.
Berikut rincian harga dan posisi masing-masing model:
| Model | Harga lama | Harga baru | Catatan |
|---|---|---|---|
| Kobo Clara BW | $139 | $159 | Model dasar |
| Kobo Clara Colour | $160 | $180 | Opsi warna yang lebih terjangkau |
| Kobo Libra Colour | $230 | $260 | Kenaikan terbesar |
Kobo Clara BW tetap menjadi model dasar di lini ini. Perangkat tersebut memakai layar Carta 1300, resolusi 1420×1072, penyimpanan 16GB, konektivitas Wi‑Fi dan Bluetooth, serta lampu depan ComfortLight PRO.
Kobo Clara Colour berada di jalur tengah sebagai opsi warna yang lebih ramah harga dibanding Libra Colour. Model ini membawa layar Kaleido 3, resolusi 1072 x 1448, penyimpanan 16GB, konektivitas Wi‑Fi, Bluetooth, USB-C, dan lampu depan.
Libra Colour jadi yang paling sensitif terhadap harga
Kobo Libra Colour menempati kelas yang lebih tinggi di antara ketiganya. Perangkat ini membawa layar E Ink warna 7 inci, resolusi 1264×1680, penyimpanan 32GB, audio via Bluetooth, dan dukungan format yang luas, termasuk EPUB, PDF, MOBI, JPEG, PNG, TXT, HTML, CBZ, dan CBR.
Model ini juga diposisikan sebagai tablet E Ink warna pertama dari Kobo. Karena itu, kenaikan ke $260 bisa terasa paling berat bagi pembeli yang mengincar perangkat premium tetapi tetap memperhatikan harga.
Apa yang kemungkinan mendorong kenaikan
Belum ada penjelasan rinci yang diumumkan untuk kenaikan harga terbaru ini. Namun, kenaikan harga Kobo pada 2025 sebelumnya dikaitkan dengan tarif impor di Amerika Serikat, dan faktor itu masih dianggap mungkin ikut berpengaruh.
Ada pula petunjuk bahwa kenaikan di Kanada lebih rendah dibandingkan di Amerika Serikat. Perbedaan itu membuat dugaan soal tarif impor semakin masuk akal, meski belum ada pernyataan baru yang menjelaskan seluruh perubahan harga kali ini.
Di luar itu, industri perangkat elektronik juga sedang menghadapi tekanan biaya komponen. Harga chip RAM dan media penyimpanan disebut melonjak tajam akibat pembelian besar-besaran dari sektor AI, dan kondisi serupa sebelumnya juga dikaitkan dengan kenaikan harga smartphone.
Pasar e-reader pun tidak kebal terhadap tekanan tersebut. Kobo sekarang harus menjaga daya tarik produknya di tengah harga yang naik, padahal momentum untuk merebut pengguna Kindle sebenarnya sedang terbuka lebar.
Source: www.androidpolice.com