Persib Bandung belum bisa membangun lapangan pendamping karena biaya yang dibutuhkan sangat besar. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut satu lapangan saja bisa menelan dana sekitar Rp 5-6 miliar, belum termasuk lahan dan fasilitas di sekitarnya.
Di tengah keterbatasan itu, klub juga masih harus menjaga keseimbangan antara investasi infrastruktur dan kebutuhan memperkuat tim utama. Persib disebut tetap ingin melangkah jauh di level Asia, sehingga dana yang tersedia harus dibagi dengan hati-hati.
Fasilitas Latihan Masih Jadi Tanda Tanya
Kondisi lapangan latihan Persib kembali disorot setelah Igor Tolic menilai permukaan lapangan belum ideal. Area yang menguning membuat staf pelatih harus menyesuaikan variasi latihan agar pemain tidak dipaksa memakai bagian yang kurang layak.
Tolic menyampaikan bahwa situasi tersebut membuat seluruh sesi latihan harus diatur lebih hati-hati. Ia juga mengakui pekerjaan pemain tetap berjalan keras, tetapi latihan terasa lebih berat dari biasanya.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Kondisi lapangan | Beberapa bagian menguning dan dinilai tidak ideal |
| Respons staf pelatih | Mengatur variasi latihan dan menghindari area yang kurang layak |
| Dampak ke latihan | Sesi terasa lebih berat dan lebih sulit dari biasanya |
Biaya Infrastruktur Menjadi Penghalang Utama
Penjelasan soal belum dibangunnya fasilitas latihan pendamping disampaikan Adhitia melalui program Untold Story Back-to-back Champions Episode 3 di Persib TV. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur latihan bukan perkara murah.
“Pembangunan infrastruktur itu memakan biaya besar, mahal sekali. Membangun lapangan pendamping itu (biayanya) bukan Rp 1-2 miliar,” ujarnya. “Buat bikin satu lapangan saja butuh Rp 5-6 miliar, belum lahannya, belum fasilitas sekitarnya, itu mahal banget,” lanjut Adhitia.
Tim Utama Tetap Menjadi Prioritas
Adhitia menjelaskan bahwa Persib tidak hanya memikirkan lapangan latihan, tetapi juga investasi di skuad utama. Klub mendatangkan pemain seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Layvin Kurzawa, sekaligus mempertahankan pemain-pemain kunci.
Menurutnya, pilihan itu sesuai dengan roadmap jangka panjang yang sudah disepakati bersama. Ia menilai idealnya infrastruktur dan divisi olahraga bisa berjalan beriringan, tetapi kondisi keuangan klub belum memungkinkan semuanya dilakukan sekaligus.
| Fokus Investasi | Contoh | Keterangan |
|---|---|---|
| Skuad utama | Thom Haye, Eliano Reijnders, Layvin Kurzawa | Masuk prioritas investasi tim |
| Infrastruktur | Lapangan latihan pendamping | Biaya satu lapangan diperkirakan Rp 5-6 miliar, belum termasuk lahan dan fasilitas sekitar |
| Beban lain | Denda Komdis PSSI dan AFC | Total musim lalu menembus Rp 5 miliar |
Persib juga masih menanggung beban tambahan berupa total denda musim lalu yang menembus Rp 5 miliar dari Komdis PSSI dan AFC. Kondisi itu membuat pembangunan fasilitas latihan harus menunggu momentum yang tepat, sambil klub menjaga arah pengembangan tim dan rencana infrastruktur tetap berada dalam satu peta jalan yang jelas.
