Di antara deretan motor listrik yang ikut terdorong subsidi Rp 5 juta, ada beberapa model yang langsung terlihat paling menarik karena harga akhirnya turun ke level yang makin dekat dengan motor bensin entry-level. Dari kisaran Rp 9 jutaan sampai Rp 10 jutaan, pilihan yang muncul bukan hanya soal murah, tetapi juga soal fitur, jarak tempuh, dan skema kepemilikan baterai yang berbeda-beda.
Pemerintah membuka kuota awal sebanyak 100.000 unit untuk masyarakat Indonesia. Potongan harga diberikan langsung di dealer, sehingga pembeli bisa merasakan manfaat subsidi saat transaksi tanpa harus menunggu lama.
Aturan singkat yang perlu diperhatikan
Pembelian motor listrik bersubsidi tetap punya batasan yang jelas. Calon pembeli harus WNI berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP aktif, dan setiap 1 NIK hanya berlaku untuk 1 unit motor.
Verifikasi dilakukan di dealer resmi yang terdaftar melalui aplikasi Sisapira, atau Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua. Selain itu, subsidi hanya berlaku untuk motor listrik dengan TKDN minimal 40 persen, jadi status kelayakan tiap model perlu dicek sebelum transaksi.
Pilihan termurah setelah subsidi
Di kelompok harga paling rendah, Yadea T9 menjadi salah satu yang paling menonjol. Harga normalnya Rp 14,5 juta dan berpotensi turun menjadi sekitar Rp 9,5 juta setelah subsidi, dengan motor 2.000 W, top speed 80 km/jam, jarak tempuh 80 km, dan baterai lithium graphene.
Polytron Fox 350 juga masuk radar pembeli yang mencari harga ringan. Model ini dipatok Rp 15,5 juta dan menjadi sekitar Rp 10,5 juta setelah subsidi, dengan motor 3.000 W, peak 6.409 W, top speed 90 km/jam, jarak tempuh 130 km, baterai lithium 3,75 kWh, serta waktu isi 4–5 jam.
Indomobil eMotor QT Pro menyasar pengguna yang ingin harga serendah mungkin di kelas harian. Harga normalnya Rp 18,8 juta dan turun ke kisaran Rp 13,8 juta setelah subsidi, dengan motor 2.000 W, top speed sekitar 60 km/jam, jarak tempuh 130 km, dan baterai LFP.
Kelas menengah yang terasa seimbang
Alva N3 Next Gen menawarkan kombinasi harga, fitur, dan jarak tempuh yang cukup seimbang. Dengan skema sewa baterai Rp 20,5 juta atau sekitar Rp 15,5 juta setelah subsidi, model ini membawa top speed sekitar 85 km/jam, jarak tempuh sekitar 130 km dengan dua baterai, layar TFT, smart key, dan konektivitas aplikasi Alva.
VinFast Evo juga punya daya tarik karena memakai pendekatan tukar baterai fisik. Harga promo early bird hingga 20 Juni 2026 dipatok Rp 17,38 juta, dengan motor BLDC in-wheel 2.450 W, top speed 80 km/jam, jarak tempuh 150 km dengan dua baterai LFP 1,5 kWh, dan proses swap kurang dari 3 menit.
Model Rp 18 juta sampai Rp 20 jutaan
VinFast Feliz II hadir dengan paket fitur yang lebih kaya di segmen menengah. Harga promo early bird-nya Rp 18,5 juta dalam skema sewa baterai, dengan motor BLDC 3.000 W ber-peak 5.200 W, top speed 90 km/jam, jarak tempuh 145 km dengan dua baterai, layar TFT, smart key, konektivitas aplikasi, dan swap baterai kurang dari 3 menit.
Gesits Raya E tetap relevan untuk pembeli yang menaruh perhatian pada jaringan servis. Motor nasional ini dijual Rp 24,99 juta atau sekitar Rp 19,99 juta setelah subsidi, dengan motor 3.000 W, top speed 70 km/jam, jarak tempuh 60 km per baterai, baterai lithium-ion NCM 72V 20Ah, dan waktu isi 3 jam.
Bagi yang mengejar performa lebih tinggi
Alva Cervo berada di level yang lebih tinggi dibanding banyak opsi lain dalam daftar ini. Harga normalnya Rp 42,75 juta atau sekitar Rp 37,75 juta setelah subsidi, dengan peak power 9.800 W, top speed 103 km/jam, jarak tempuh 125 km dengan dua baterai, serta layar TFT dan smart key.
Jika dilihat dari harga setelah subsidi, Yadea T9 dan Polytron Fox 350 menjadi dua opsi termurah. Indomobil eMotor QT Pro cocok untuk kebutuhan harian yang ekonomis, sedangkan Alva N3 dan VinFast Evo lebih pas bagi pembeli yang mencari spesifikasi seimbang.
Untuk pembelian di kisaran Rp 18 juta sampai Rp 20 jutaan, Gesits Raya E dan VinFast Feliz II menawarkan karakter yang berbeda. Gesits unggul lewat akses servis, sementara Feliz II membawa pendekatan yang lebih premium untuk pengguna yang mengutamakan teknologi dan fitur.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa bila kuota awal habis, pemerintah akan membuka tambahan kuota berikutnya. Namun, harga promo early bird dari merek tertentu belum tentu masih tersedia saat kuota lanjutan dibuka, sehingga pembeli perlu mengecek kembali model incaran dan status promo di dealer resmi.
