Daging sapi masih menjadi komoditas yang paling mencolok dalam pemantauan harga pangan di Pasar Astana Anyar. Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mencatat harga bahan pokok lain relatif tertahan, tetapi daging sapi masih berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Kondisi itu membuat pengawasan diarahkan ke komoditas yang belum ikut turun. Di saat yang sama, beras, bawang, cabai merah, dan sejumlah bahan pangan lain terpantau stabil sehingga pasar secara umum masih terkendali.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menyebut pihaknya akan menelusuri harga di tingkat hulu untuk mencari penyebab tingginya harga daging sapi. Jika memang diperlukan, Bulog juga akan mengusulkan intervensi agar harga komoditas tersebut bisa bergerak turun.
Di sisi lain, beberapa komoditas protein hewani justru berada di bawah Harga Acuan Pembelian pemerintah. Harga telur ayam tercatat sekitar Rp26.000 per kilogram, sedangkan daging ayam berada di sekitar Rp36.000 per kilogram.
Pemantauan harga itu dilakukan dalam sidak di Pasar Astana Anyar oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan. Hasil pengamatan menunjukkan mayoritas komoditas belum memperlihatkan kenaikan berarti, sehingga tekanan harga di Kota Bandung masih relatif terkendali.
Selain pengawasan pasar, Bulog Jabar juga terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat. Penyaluran ini dinilai ikut menahan permintaan langsung di pasar karena kebutuhan dasar sebagian warga sudah terpenuhi dari jalur bantuan.
Bulog juga menyalurkan Minyakita ke sejumlah pasar rakyat melalui jaringan resmi. Produk itu dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah, sehingga jalur distribusi menjadi perhatian penting dalam pengawasan.
Nurman menegaskan, bila ada Minyakita yang dijual di atas HET, besar kemungkinan produk tersebut bukan berasal dari jaringan pengecer resmi atau bukan pasokan yang disalurkan Bulog. Karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat agar tidak muncul gangguan di tingkat pedagang.
Untuk beras, Bulog Jabar memastikan stok masih aman dan cukup panjang napasnya. Hingga awal Juni 2026, realisasi pengadaan beras Bulog Jabar mencapai sekitar 590.000 ton atau sekitar 70 persen dari target tahunan 700.000 ton.
Stok beras yang dikuasai Bulog Jabar saat ini mencapai 850.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan, bahkan sebagian stok juga disalurkan untuk membantu kebutuhan provinsi lain seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Kalimantan Barat.
Dukungan ketahanan pangan di Jawa Barat juga diperkuat lewat tambahan infrastruktur. Dari program pembangunan 100 gudang nasional, Jawa Barat mendapat alokasi enam gudang baru yang tersebar di Karawang dua unit, Cirebon dua unit, Bandung satu unit, dan Subang satu unit.
Seluruh gudang itu masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan bisa beroperasi optimal tahun depan. Bulog bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jawa Barat tetap mengawasi rantai distribusi untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun gangguan pasokan di pasar.
Source: www.radarbandung.id