Tenaga Instan Wuling Eksion Saat Menanjak, Manuver Nyalip di Jateng Terasa Lebih Leluasa

Author: Redaksi Android62

Saat melewati jalur pegunungan Jawa Tengah, Wuling Eksion PHEV paling menonjol lewat tenaga instan yang langsung terasa ketika pedal akselerator diinjak. Karakter itu membuat momen menyalip di jalan dua arah terasa lebih percaya diri, terutama ketika lalu lintas tidak selalu lengang.

Pengalaman tersebut muncul dalam pengujian perjalanan lintas kota dari Jakarta menuju Yogyakarta. Rute yang ditempuh melintasi area perkotaan, jalan nasional, dan kawasan pegunungan melalui Purwokerto, Wonosobo, Temanggung, hingga Magelang, dengan jarak total lebih dari 550 kilometer.

Respons cepat di jalan naik-turun

Di sepanjang perjalanan, motor listrik 145 kW menjadi sumber dorongan yang paling cepat dirasakan. Saat mobil membutuhkan tenaga tambahan untuk mendahului kendaraan lain, akselerasinya datang tanpa jeda yang mengganggu.

Kondisi ini sangat membantu ketika berhadapan dengan truk atau kendaraan yang melaju lambat di jalur dua arah menuju Wonosobo dan Temanggung. Dalam situasi seperti itu, tenaga yang hadir lebih spontan memberi rasa leluasa saat mengambil keputusan menyalip.

Sistem kerja yang bergerak otomatis

Keunggulan Eksion tidak berdiri sendiri, melainkan berasal dari kombinasi mesin 1.5 liter dedicated hybrid engine, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Rangkaian ini membuat mobil bisa bekerja dalam mode EV, hybrid seri, maupun hybrid paralel sesuai kebutuhan.

Selama tes, mode Hybrid disebut sebagai pengaturan yang paling praktis untuk perjalanan jauh. Pengemudi tidak perlu terus memikirkan kapan mesin bensin atau motor listrik bekerja karena perpindahan antar sistem berlangsung otomatis dan terasa halus dari balik kemudi.

Efisiensi masih terjaga di jalur berat

Walau rute yang dilalui cukup menantang karena banyak naik turun, sisi efisiensi mobil ini tetap menarik perhatian. Saat rombongan tiba di Yogyakarta, indikator bahan bakar masih menyisakan cadangan yang melimpah.

Kondisi itu memperlihatkan daya tarik utama teknologi plug-in hybrid yang dibawa Eksion. Mobil ini memadukan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas mobil bermesin bensin, sehingga tetap relevan untuk perjalanan jarak jauh.

Kenyamanan kabin ikut mendukung

Selain tenaga dan efisiensi, kabin juga memberi dukungan selama perjalanan panjang. Kursi terasa empuk untuk digunakan berjam-jam, sementara ventilated seat, panoramic sunroof, dan pengaturan kursi elektrik menambah kenyamanan penumpang.

Karakter seperti ini membuat perjalanan lintas kota terasa lebih rileks meski rute terus berubah. Dukungan kabin menjadi pelengkap dari sistem penggerak yang sudah lebih dulu memberi rasa aman saat menghadapi tanjakan dan momen menyalip.

Ada catatan saat masuk tikungan sempit

Meski tenaga instan menjadi nilai kuat, Eksion tetap punya batas saat dipacu di jalur pegunungan yang berkelok tajam. Bobot kendaraan yang cukup besar masih terasa, dan suspensinya lebih diarahkan untuk kenyamanan keluarga daripada sensasi berkendara sporty.

Akibatnya, body roll masih muncul ketika mobil dibawa bermanuver lebih agresif. Dimensi bodinya yang besar juga menuntut adaptasi di beberapa ruas pegunungan yang sempit, terutama saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Karakter tersebut tetap sejalan dengan posisinya sebagai SUV keluarga tujuh penumpang. Dari Jakarta, Purwokerto, Wonosobo, Temanggung, Magelang, hingga Yogyakarta, Wuling Eksion menunjukkan bahwa plug-in hybrid tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga tenaga instan yang sangat terasa saat tanjakan dan ketika menyalip di jalur pegunungan.

Source: wartaekonomi.co.id
Berita Terbaru