Harga Perak Masih Terbentur Batas, Defisit Enam Tahun Belum Cukup Mengangkatnya Ke Puncak

Author: Redaksi Android62

Harga perak diperkirakan masih akan bergerak dalam batas yang ketat meski pasar global kembali mencatat defisit pasokan tahunan untuk keenam kalinya secara beruntun pada April 2026. Kondisi itu membuat perak tetap mendapat dukungan dasar, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan besar ke level rekor sebelumnya.

Pandangan tersebut datang dari Mike McGlone, Ahli Strategi Pasar Senior di Bloomberg Intelligence. Ia menilai pengetatan pasokan memang nyata, tetapi tekanan pasar masih cukup besar untuk menahan pergerakan harga agar tidak naik terlalu jauh.

Defisit berulang belum jadi pemicu reli

Dalam penilaiannya, defisit yang terjadi selama enam tahun berturut-turut menandakan pasar perak masih berada dalam kondisi pasokan yang ketat. Meski begitu, ketatnya pasokan tidak otomatis berarti harga akan kembali ke puncak yang sempat dicapai pada Januari 2026.

McGlone menegaskan bahwa defisit tahunan yang berlanjut itu belum cukup untuk mengubah arah pasar secara besar. “Meskipun pasar perak diperkirakan akan mengalami defisit pasokan tahunan keenam berturut-turut, hal itu diperkirakan tidak cukup untuk mendorong harga kembali ke level tertinggi Januari 2026,” ujarnya.

Pandangan ini menunjukkan bahwa data fundamental tidak selalu langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga yang agresif. Saat pelaku pasar masih berhati-hati, defisit pasokan bisa lebih berfungsi sebagai penopang ketimbang pendorong reli.

Sinyal harga masih tertahan

Bloomberg Intelligence juga melihat kemungkinan harga perak tetap bergerak dalam rentang yang relatif terbatas untuk periode yang panjang. McGlone menyebut ada area psikologis yang dapat menjadi penghalang bagi kenaikan lebih lanjut.

“Harga perak dapat terhenti di antara US$50 dan US$100 selama bertahun-tahun,” kata McGlone. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pasar masih menyimpan ruang naik, tetapi ruang tersebut belum tentu terbuka lebar.

Dengan kondisi seperti itu, pergerakan sideways dinilai lebih mungkin terjadi dibandingkan lonjakan tajam yang membentuk tren baru. Pasar masih menerima dukungan dari sisi pasokan, namun hambatan pada sisi harga belum hilang.

Apa arti defisit bagi pasar perak

Secara umum, defisit pasokan terjadi saat kebutuhan pasar lebih besar daripada jumlah logam yang tersedia dari produksi. Situasi ini biasanya menjadi faktor yang membantu menopang harga, tetapi dampaknya bisa mengecil jika pasar tidak melihat dorongan beli yang cukup kuat.

Pada perak, defisit yang berulang memang menunjukkan struktur pasar yang ketat. Namun, menurut Bloomberg Intelligence, kondisi itu belum cukup kuat untuk mengangkat harga melewati area yang selama ini dianggap sebagai batas penting.

Karena itu, investor perlu membaca pasar perak dengan lebih hati-hati. Defisit pasokan tetap relevan, tetapi bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan arah pergerakan harga.

Sikap pasar masih cenderung berhati-hati

Proyeksi tersebut juga menggambarkan bahwa sentimen di pasar komoditas global masih dipenuhi sikap waspada. Meski ada dorongan dari sisi fundamental, keadaan saat ini belum cukup untuk mengubah keyakinan pasar secara luas.

Bagi investor, situasi ini berarti peluang di perak masih terbuka, tetapi risiko harga tertahan tetap besar. Defisit pasokan memberi dasar penyangga, namun dasar itu belum tentu sanggup membawa harga keluar dari kisaran yang sempit.

Dalam kondisi seperti ini, perhatian pasar akan tetap tertuju pada apakah tekanan beli mampu menembus hambatan yang ada. Jika tidak, perak berpotensi terus bertahan dalam pola pergerakan yang terbatas meski pasokan global terus menyusut.

Berita Terbaru