Harry Styles menutup konser solonya di Stadion Wembley, London, dengan penghormatan yang membuat suasana berubah emosional. Di hadapan sekitar 80.000 penonton, ia menegaskan bahwa karier yang ia jalani hari ini tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bersama One Direction.
Di atas panggung, Styles mengatakan bahwa dirinya tidak akan berdiri di sana tanpa empat temannya yang menjadi bagian besar dari kisah itu. Tepuk tangan meriah langsung menyusul, sebelum ia melanjutkan dengan menyebut nama para mantan rekan satu grupnya satu per satu.
Nama yang Disebut Styles di Wembley
Styles menyampaikan terima kasih kepada Niall Horan, Louis Tomlinson, Zayn Malik, dan sahabatnya Liam Payne. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas malam-malam yang mereka bagi bersama, serta pelajaran dan persahabatan yang ia dapatkan selama berada di One Direction.
Ucapan itu terdengar jelas ketika ia mengatakan, “Aku ingin berterima kasih kepada Niall, Louis, Zayn, dan sahabatku Liam atas malam-malam ini dan semua yang telah kupelajari selama ini, persahabatan, semuanya. Semua ini tidak akan mungkin terjadi, aku tidak akan berada di sini tanpa kalian, terima kasih banyak.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dari malam penutup konser. Banyak penggemar melihat momen itu sebagai pengakuan terbuka bahwa perjalanan solo Styles masih membawa jejak yang kuat dari masa bersama grup asal Inggris tersebut.
Penghormatan yang Terasa Lebih Dalam
Nama Liam Payne membuat momen itu terasa lebih berat secara emosional. Payne meninggal dunia pada 2024 dalam usia 31 tahun setelah terjatuh dari balkon hotel di Buenos Aires, Argentina.
Karena itu, penyebutan nama Payne di tengah penghormatan Wembley memberi lapisan makna yang lebih dalam bagi para penggemar. Banyak penonton menanggapinya sebagai bentuk penghormatan atas ikatan panjang yang pernah menyatukan para personel One Direction.
Jejak One Direction dalam Perjalanan Styles
One Direction terbentuk setelah kelima personelnya dipertemukan dalam ajang The X Factor pada 2010. Setelah debut, grup itu berkembang cepat menjadi salah satu boy band paling sukses di dunia dan membangun basis penggemar global dalam waktu singkat.
Pada 2016, kelompok tersebut memasuki masa vakum tanpa batas waktu. Sejak saat itu, para personelnya menempuh jalur masing-masing, termasuk Harry Styles yang kemudian membangun karier solo di dunia musik.
Penutup Konser di Wembley
Konser di Wembley juga menandai akhir rangkaian 12 malam penampilan Styles di stadion ikonik tersebut dalam tur Together, Together. Tur itu digelar untuk mempromosikan album terbarunya, Kiss All the Time. Disco, Occasionally.
Sepanjang rangkaian pertunjukan, Styles disebut mendapat sambutan positif dari penggemar maupun kritikus musik. Namun, penghormatan kepada One Direction di malam penutup menjadi momen yang paling banyak dibicarakan karena menegaskan kembali hubungan emosional antara karier solonya dan sejarah bersama grup yang membesarkan namanya.
