Honda Jazz GK5 Masih Diburu, Mesin 1.5 dan Desainnya Bikin Harga Bekas Bertahan

Honda Jazz GK5 masih menjadi salah satu hatchback bekas yang paling kuat menahan harga di pasar mobil seken. Meski penjualannya resmi sudah dihentikan PT Honda Prospect Motor sejak akhir 2021, unitnya tetap diburu dan depresiasinya relatif tipis.

Kondisi itu terlihat pada Jazz RS CVT tahun 2016 dengan odometer sekitar 50.000 km yang masih dipasarkan di kisaran Rp 190 jutaan. Untuk mobil bekas berusia mendekati satu dekade, angka tersebut menunjukkan posisi tawar yang tetap tinggi.

Mesin 1.5 Liter Jadi Daya Tarik Utama

Alasan terbesar di balik ketahanan harga Jazz GK5 ada pada mesin L15Z1 1.500 cc 4 silinder i-VTEC SOHC. Mesin ini dikenal responsif dan punya reputasi durabilitas yang kuat di mata pembeli mobil bekas.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 120 PS atau 118 HP dengan torsi 145 Nm. Klaim akselerasi 0-100 km/jam yang tuntas dalam 10,2 detik ikut memperkuat citranya sebagai hatchback harian yang tetap menyenangkan dikendarai.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi CVT ke roda depan. Pada varian RS, tersedia paddle shift di balik kemudi dengan simulasi perpindahan gigi 7-percepatan untuk memberi sensasi berkendara yang lebih hidup.

DetailJazz GK5Keterangan
MesinL15Z1 1.500 cc 4 silinderi-VTEC SOHC
Daya maksimum120 PS / 118 HPMasih kompetitif di kelasnya
Torsi maksimum145 NmMendukung karakter responsif
TransmisiCVTVarian RS punya paddle shift
Akselerasi0-100 km/jam 10,2 detikCatatan impresif untuk hatchback harian

Mesin ini juga direkomendasikan menggunakan oktan minimal RON 91 atau setara RON 92 di Indonesia. Detail itu membuat Jazz GK5 tetap terasa masuk akal untuk dipakai harian, terutama bagi pembeli yang mencari kombinasi performa dan efisiensi.

Desain Timeless Masih Sulit Tergantikan

Selain dapur pacu, faktor desain ikut menjaga popularitas Jazz GK5. Generasi ketiga dengan kode bodi GK5 yang meluncur pada 2014 membawa konsep exciting H design dengan siluet cross fade monoform yang masih relevan sampai sekarang.

Versi pre-facelift 2014-2016 tampil lebih membulat, sementara facelift terakhir 2017-2021 hadir dengan guratan lebih tajam. Karakter pre-facelift justru dianggap timeless karena tetap terlihat sporty dan tidak mudah terasa usang saat berdampingan dengan mobil baru.

Bagian depan mobil ini memiliki kap mesin pendek yang membantu visibilitas ke depan tetap luas. Grille hitam glossy menyatu dengan rumah lampu utama, sementara varian tertinggi mendapat emblem RS.

Sistem pencahayaannya memakai lampu proyektor LED untuk lampu utama. Lampu sein dan fog lamp masih menggunakan halogen, sehingga tetap fungsional dan relatif mudah dirawat.

Dari samping, bodinya cenderung mengotak dengan pilar A yang landai tegak untuk memaksimalkan ruang kabin. Formula ini lama menjadi salah satu alasan Honda Jazz disukai konsumen Indonesia.

Pada minor improvement 2016, Honda memberi sejumlah pembeda yang cukup jelas. Mobil ini memakai velg alloy 16 inci two-tone polish, side skirt bawaan pabrik, spion yang dipasang di pintu untuk membantu mengurangi blind spot, dan handle pintu model tarik.

Bagian belakangnya juga punya ciri kuat melalui reflektor lampu vertikal yang memanjang hingga ke atap kaca. Identitas visual seperti ini membuat Jazz GK5 mudah dikenali dari kejauhan.

Posisi Jazz di Pasar Bekas Masih Kuat

Honda Jazz sendiri telah hadir dalam tiga generasi di Indonesia, dimulai dari generasi pertama pada 2003, generasi kedua GE8 pada 2008, lalu GK5 pada 2014. Setelah dihentikan, posisinya digantikan oleh City Hatchback, tetapi minat terhadap Jazz bekas tidak ikut surut.

Di pasar sekunder, varian minor improvement 2016 dan versi facelift terakhir keluaran 2017-2021 disebut sebagai unit yang paling diminati. Reputasi berkendara yang dinamis, efisiensi bahan bakar, dan durabilitas yang dipercaya banyak pembeli membuat Jazz GK5 tetap punya pasar yang kuat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai sebuah mobil bekas tidak hanya ditentukan usia produksi. Selama desain masih menarik, performa tetap relevan, dan reputasi model terjaga, harga bekasnya bisa tetap tinggi seperti yang terjadi pada Honda Jazz GK5.

Berita Terkait