Kemenangan atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen paling bersejarah bagi Norwegia. Hasil 2-1 di MetLife Stadium itu memastikan mereka melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Yang membuat capaian itu terasa lebih emosional adalah keberadaan tiga pemain yang membawa nama besar keluarga sepak bola Norwegia. Erling Haaland, Alexander Sørloth, dan Kristian Thorstvedt tampil sebagai putra dari figur yang pernah membela Norwegia pada Piala Dunia 1994.
Gol penentu dan adegan yang mengubah jalan pertandingan
Norwegia sempat berada dalam tekanan ketika Brasil mendapat penalti setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha. Namun Ørjan Nyland tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi Bruno Guimarães dan menjaga peluang timnya tetap hidup.
Perubahan besar hadir setelah Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup masuk dari bangku cadangan. Pada menit ke-79, Schjelderup mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri, lalu Haaland menanduk bola melewati Gabriel Magalhães untuk membawa Norwegia unggul 1-0.
Sebelas menit kemudian, Haaland kembali mencetak gol lewat tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang meluncur di sela kaki Danilo. Brasil memang sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar, tetapi Norwegia tetap bertahan hingga peluit akhir.
Tiga nama yang membawa jejak Piala Dunia 1994
Haaland membawa warisan Alf-Inge Haaland, yang masuk skuad Norwegia pada Piala Dunia 1994 sebagai gelandang maupun bek. Di sisi lain, Alexander Sørloth mengikuti jejak Gøran Sørloth, penyerang Norwegia pada turnamen yang sama.
Kristian Thorstvedt melengkapi garis keturunan itu dari sektor yang berbeda. Ayahnya, Erik Thorstvedt, adalah kiper utama Norwegia pada Piala Dunia 1994, sementara Kristian kini bermain di lini tengah.
| Pemain | Ayah | Peran di Piala Dunia 1994 |
|---|---|---|
| Erling Haaland | Alf-Inge Haaland | Skuad Norwegia |
| Alexander Sørloth | Gøran Sørloth | Penyerang Norwegia |
| Kristian Thorstvedt | Erik Thorstvedt | Kiper utama Norwegia |
Luka lama yang berawal di Amerika Serikat
Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 1994 berakhir pahit di Grup E yang juga berisi Italia, Meksiko, dan Republik Irlandia. Semua tim mengakhiri fase grup dengan empat poin, tetapi Norwegia tersingkir karena kalah selisih gol dan produktivitas.
Dalam laga penentu melawan Republik Irlandia di Giants Stadium, 76.000 penonton menyaksikan Erik Thorstvedt mengawal gawang, Kjetil Rekdal mengatur permainan, serta Jostein Flo dan Gøran Sørloth memimpin serangan. Alf-Inge Haaland saat itu hanya berada di bangku cadangan karena posisinya diisi Henning Berg.
Norwegia sudah menang atas Meksiko dan kalah dari Italia, sehingga laga terakhir menjadi penentu asa mereka. Pertandingan berakhir 0-0 setelah duel ketat yang diwarnai banyak kartu kuning dan dominasi penguasaan bola dari Republik Irlandia.
Menjelang akhir laga, Erik Thorstvedt sempat nyaris melakukan kesalahan yang hampir dimanfaatkan Roy Keane lewat chip, tetapi bola hanya melewati atas jaring. Norwegia kemudian menunggu hasil Italia kontra Meksiko, dan skor 1-1 di laga lain itu membuat mereka tersingkir dengan cara yang menyakitkan.
Kini, tiga puluh dua tahun kemudian, lokasi yang dulu menyimpan kekecewaan justru menjadi tempat lahirnya kebanggaan baru. MetLife Stadium, yang dahulu bernama Giants Stadium, menyaksikan Norwegia menuntaskan misi balas dendam sejarah dengan generasi yang diwarisi langsung dari para legenda 1994.
Source: www.beritasatu.com






