Hong Myung-bo Tanggung Jawab Penuh, Korea Selatan Terancam Tersingkir Usai Kalah dari Afrika Selatan

Korea Selatan kini berada di ujung penantian setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko. Hasil itu membuat langkah Taeguk Warriors menuju fase gugur tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka, melainkan bergantung pada hasil dari grup lain.

Kekalahan tersebut semakin berat karena datang di pertandingan penentuan. Dengan satu gol yang bersarang di gawang Korea Selatan, situasi klasemen langsung berubah dan memaksa tim asuhan Hong Myung-bo menunggu perkembangan dari Grup E, H, I, dan J untuk menjaga peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

Hong Myung-bo Akui Keputusan Taktisnya Gagal

Usai pertandingan, Hong Myung-bo tidak mencari pembenaran dan langsung menyatakan bahwa ia memikul tanggung jawab penuh atas hasil buruk itu. Ia menilai persoalan utama bukan berasal dari faktor luar, melainkan dari strategi yang ia susun sebelum laga dan penyesuaian yang dilakukan selama pertandingan.

“Dalam panggung sebesar ini, pelatih kepala bertanggung jawab atas seluruh hasil,” ujar Hong seperti dikutip dari laman FIFA. Ia menegaskan bahwa keputusan di bangku cadangan menjadi penentu ketika tim gagal meraih poin penting di laga penentuan.

Hong juga menyebut bahwa pendekatan taktis yang disiapkan tidak berjalan sesuai rencana. Menurut dia, baik rencana awal maupun perubahan yang dilakukan di tengah laga tidak memberikan dampak yang diharapkan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Isu Keracunan Makanan Dibantah

Di tengah perhatian terhadap performa tim, Hong turut menepis kabar yang mengaitkan menurunnya permainan Korea Selatan dengan isu kesehatan skuad. Spekulasi soal keracunan makanan sempat muncul menjelang laga, tetapi ia memastikan hal itu bukan penyebab kekalahan.

Pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab tetap berada di pundaknya sebagai pelatih kepala. Sikap tersebut juga menunjukkan bahwa ia tidak ingin membebankan hasil buruk kepada para pemain.

Pernyataan Hong memperlihatkan bahwa evaluasi tim akan diarahkan pada cara Korea Selatan dibentuk dan dijalankan di lapangan. Dengan demikian, sorotan utama kini tertuju pada keputusan strategis yang diambil dari sisi teknis sepanjang pertandingan.

Gol Thapelo Maseko Jadi Pembeda

Afika Selatan memastikan kemenangan lewat gol Thapelo Maseko pada menit ke-63. Gol tunggal itu menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan langsung menutup peluang Korea Selatan untuk setidaknya membawa pulang satu poin.

Selain memberi tiga poin, hasil tersebut juga memiliki arti besar bagi Afrika Selatan. Kemenangan itu memastikan mereka lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bagi Korea Selatan, hasil akhir ini membuat nasib mereka belum sepenuhnya tertutup, tetapi sangat rapuh. Peluang untuk tetap melaju masih ada melalui jalur peringkat ketiga terbaik, namun semuanya kini tergantung pada hasil tim-tim lain.

Situasi itu membuat kegagalan meraih poin di Monterrey terasa mahal bagi Taeguk Warriors. Dengan strategi yang tidak efektif dan lawan yang tampil efisien, Korea Selatan harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui apakah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 masih berlanjut.

Source: www.suara.com

Berita Terkait