Horor Psikologis Laddaland Dirombak Jadi Lebih Dekat Dengan Kehidupan Indonesia

Author: Redaksi Android62

Film Perumahan Laddaland akan membawa horor psikologis ke layar lebar Indonesia dengan pendekatan yang lebih membumi. Adaptasi dari Laddaland versi Thailand ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

MD Pictures menyebut proyek ini tidak sekadar menyalin film aslinya, melainkan mengolah ulang ceritanya agar terasa dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Di balik kisah rumah impian yang berubah menjadi sumber teror, film ini juga menonjolkan drama keluarga dan konflik sosial yang akrab di masyarakat.

Fokus pada rasa takut yang pelan-pelan tumbuh

Sutradara Awi Suryadi menegaskan bahwa daya tarik utama Laddaland terletak pada horor psikologis, bukan hanya pada kemunculan sosok menyeramkan. Menurutnya, pendekatan seperti itu masih jarang muncul di film horor Indonesia, sehingga adaptasi ini menjadi ruang baru bagi genre tersebut.

Awi juga mengaku sudah lama menyukai film aslinya, bahkan sebelum menggarap Danur. Ketertarikannya semakin kuat ketika MD Pictures menawarkan pembelian hak adaptasi IP Laddaland.

Elemen cerita disesuaikan dengan kondisi sekarang

Awi menyebut sejumlah unsur cerita diubah agar relevan dengan situasi Indonesia saat ini, termasuk pekerjaan tokoh utama. Dalam versi Indonesia, profesi itu dibuat sebagai driver online karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan jenis kerja yang umum dijumpai sekarang.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar latar cerita terasa lebih membumi dan mudah dipahami penonton. Manoj Punjabi, CEO MD Entertainment, menilai keputusan itu sejalan dengan kekuatan utama film yang juga memuat persoalan sehari-hari.

Drama keluarga, keuangan, dan tekanan hidup

Manoj melihat Perumahan Laddaland sebagai proyek yang kuat karena memadukan drama keluarga, thriller, dan konflik sosial. Ia menyoroti adanya isu seperti kekerasan dalam rumah tangga, masalah keuangan, dan ambisi untuk hidup lebih baik.

Menurutnya, rangkaian persoalan itu membuat cerita terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Unsur kedekatan inilah yang diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama bagi penonton Indonesia.

Rumah impian yang berubah menjadi mimpi buruk

Cerita Perumahan Laddaland ditulis oleh Lele Laila dan berpusat pada Tomy, yang diperankan Andri Mashadi. Ia membeli rumah impian lewat KPR demi memberi kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya.

Harapan itu berubah menjadi ketegangan ketika keluarga tersebut menempati rumah baru dan mulai mengalami kejadian misterius. Teror yang datang perlahan membuat suasana rumah berubah menjadi penuh rasa takut dan tekanan.

Para pemain dan ketertarikan Titi Kamal

Film ini dibintangi Titi Kamal dan Andri Mashadi sebagai pemeran utama, serta Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sriyatun, Sarah Tumiwa, Zidni Hakim, dan Kikky Drajat Martha. Titi mengaku menerima tawaran itu karena sudah lebih dulu menyukai Laddaland dan merasakan kuatnya atmosfer film tersebut.

Ia menilai film ini bukan hanya menawarkan ketakutan, tetapi juga drama yang menyentuh. Penonton, menurutnya, bisa ikut merasakan kesedihan, stres, dan tekanan yang dialami keluarga di dalam cerita.

Dengan kombinasi horor psikologis dan konflik keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Perumahan Laddaland diposisikan sebagai adaptasi yang membawa nuansa baru ke layar lebar Indonesia saat tayang 13 Agustus 2026.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru