Sayap belakang aktif Audi Nuvolari akhirnya terlihat bekerja untuk pertama kalinya saat supercar plug-in hybrid itu dipacu di lintasan Nardò, Italia. Komponen aerodinamika tersebut menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa pengembangan mobil penerus ekstrem dari R8 ini sudah mendekati tahap yang sangat matang.
Dalam cuplikan yang dirilis Audi, prototipe berkamuflase itu tidak hanya melaju cepat, tetapi juga tampil stabil saat masuk tikungan. Karakternya memberi sinyal bahwa Nuvolari sedang disetel bukan sekadar untuk kecepatan garis lurus, melainkan untuk menghadapi tuntutan lintasan yang lebih beragam.
Tenaga besar dari mesin V8 dan tiga motor listrik
Nuvolari mengandalkan sistem plug-in hybrid yang memadukan mesin twin-turbo V8 4,0 liter, baterai lithium-ion 7,3 kWh, dan tiga motor axial flux. Kombinasi itu menghasilkan tenaga total 987 hp atau 736 kW dan 1.001 PS.
Di atas kertas, angka tersebut menempatkan mobil ini di level supercar yang sangat ekstrem. Audi menyebut akselerasi 0-62 mph atau 0-100 km/jam ditempuh dalam 2,6 detik, sedangkan kecepatan puncaknya melampaui 217 mph atau 350 km/jam.
Disetel di banyak trek, bukan hanya satu karakter sirkuit
Uji coba Nuvolari tidak berhenti di Nardò. Sebelumnya, spy shot juga menangkap mobil ini di Nürburgring, yang memperlihatkan bahwa Audi sedang menguji karakter mobil di lintasan dengan tuntutan berbeda.
Bagi Audi, pendekatan lintas lokasi itu penting karena Nuvolari diposisikan sebagai penerus ekstrem dari R8. Pengembangan seperti ini menunjukkan mobil tersebut sedang disiapkan agar tetap konsisten di berbagai kondisi balap.
Sayap aktif dengan tiga mode dan fungsi air brake
Detail paling menarik dari video tersebut adalah kemunculan active rear wing yang memiliki tiga posisi, yakni closed, low downforce, dan high downforce. Sayap itu dapat bekerja otomatis maupun manual sesuai kebutuhan pengemudi atau setelan mobil.
Fungsinya tidak hanya menambah cengkeraman aerodinamika, tetapi juga berperan sebagai air brake. Audi menyebut komponen ini mampu menghasilkan lebih dari 882 lbs atau 400 kg downforce.
Pengembangan dipercepat dan diuji secara global
Audi menjelaskan bahwa waktu pengembangan yang singkat menunjukkan tekad mereka untuk bergerak lebih cepat dalam pengembangan, pengambilan keputusan, dan inovasi tanpa mengorbankan ketelitian teknis. Pabrikan juga mengatakan prototipe diuji di seluruh dunia, lalu performanya dievaluasi dan dioptimalkan terus-menerus dalam kondisi paling menuntut.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Nuvolari tidak dibangun hanya untuk menarik perhatian. Mobil ini disiapkan agar siap menghadapi beban nyata di lintasan yang berbeda-beda sebelum masuk ke tahap produksi.
Pesanan dibuka akhir tahun, pengiriman menyusul pada 2027
Audi akan mulai menerima pesanan di Eropa pada kuartal keempat. Pengiriman disebut akan dimulai pada paruh pertama 2027.
Harga resmi belum diumumkan, tetapi Nuvolari dikabarkan akan dibanderol sekitar $500.000 di Amerika Serikat. Dengan angka itu, mobil ini akan masuk ke wilayah supercar premium yang sangat eksklusif.
