Houthi Berlakukan Embargo Maritim untuk Saudi, Konflik Yaman Kembali Memanas

Houthi menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi mulai berlaku pada Senin (20/7). Pengumuman itu memperluas bentuk konfrontasi setelah saling serang kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kelompok yang menguasai wilayah Yaman tersebut menyebut langkah itu sebagai balasan atas tindakan Saudi yang dinilai provokatif. Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Houthi menyatakan embargo diberlakukan berdasarkan prinsip “mata dibalas mata”.

Belum ada penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan pembatasan jalur laut tersebut. Namun, pernyataan itu menunjukkan bahwa respons Houthi kini tidak hanya diarahkan pada fasilitas di wilayah Saudi.

Serangan Bandara Memperuncing Situasi

Eskalasi terbaru berkaitan dengan serangan Arab Saudi ke Bandara Sana’a pada pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan setelah Saudi mendapat restu dari Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Mohammed bin Salman dilaporkan telah berkomunikasi dengan Trump sebelum operasi ke Bandara Sana’a dilakukan. Houthi kemudian menyebut serangan itu sebagai agresi terang-terangan terhadap Yaman.

PihakTargetKeterangan
Arab SaudiBandara Sana’a, YamanDiserang pada pekan lalu setelah mendapat restu Presiden AS Donald Trump.
HouthiBandara Internasional Abha, Arab SaudiMenjadi sasaran operasi balasan dengan rudal balistik dan drone.

Juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan serangan ke Bandara Sana’a telah menggugurkan kesepakatan gencatan senjata informal pada Maret 2022. Pernyataan itu disampaikan setelah Houthi mengumumkan operasi militer balasan ke Arab Saudi.

“Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone,” ujar Saree. Serangan terhadap Abha menjadi perkembangan terbaru dalam rangkaian aksi saling serang kedua pihak.

Tuduhan Pengepungan Selama Bertahun-tahun

Houthi menuduh Arab Saudi melakukan serangan dan pengepungan terhadap Yaman selama hampir 12 tahun. Mereka juga menuding Saudi menjarah sumber daya Yaman serta menerapkan pembatasan di pelabuhan dan bandara.

Menurut Houthi, pembatasan terhadap Yaman berlangsung melalui jalur darat, laut, dan udara. Tuduhan inilah yang dipakai kelompok tersebut sebagai dasar pemberlakuan embargo maritim terhadap Saudi.

Ketegangan Kawasan yang Lebih Luas

Konflik ini terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga sedang berlangsung. Houthi dikenal sebagai milisi yang didukung Iran, sedangkan Saudi dan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan strategis.

Kerja sama pertahanan Saudi dan AS mencakup penguatan militer serta pencegahan serangan di Timur Tengah. Situasi tersebut menempatkan perkembangan di Yaman dalam pusaran ketegangan regional yang lebih besar.

Pengumuman embargo menunjukkan bahwa Houthi menempatkan jalur maritim sebagai bagian dari tindakan balasan mereka. Meski demikian, rincian operasional blokade yang diumumkan itu belum disampaikan kepada publik.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait