HP menempatkan lini gaming sebagai salah satu daya tarik terkuat di HP Elevate 2026 lewat HyperX Omen 16 Valorant Limited Edition. Laptop ini dikembangkan bersama Riot Games dan diarahkan khusus untuk pemain Valorant dengan desain yang terinspirasi dari game tersebut.
Wujudnya tidak berhenti pada tema visual semata. HP memberi aksen warna, sentuhan pada keyboard, dan easter egg tersembunyi yang membuat perangkat ini terasa lebih dekat dengan identitas Valorant.
Mesin kuat untuk gamer kompetitif
Di balik desainnya, laptop edisi terbatas ini membawa AMD Ryzen 9 9955HX3D, GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5070 dengan VRAM 8GB, memori DDR5 24GB, serta penyimpanan PCIe Gen 4 1TB. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa HP tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga performa yang serius untuk kelas gaming.
HP juga menampilkan OMEN 35L Gaming Desktop sebagai opsi lain bagi pengguna yang menginginkan tenaga lebih besar dan kemudahan upgrade. Desktop ringkas ini tersedia dengan Intel Core Ultra 9 285K atau AMD Ryzen 9 9900X3D, lalu dipasangkan dengan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5080.
Lengkap di sisi monitor, perusahaan membawa HyperX OMEN OLED 34. Monitor 34 inci itu memakai panel QD-OLED V-strip generasi terbaru, resolusi WQHD 21:9, refresh rate 360Hz, dan response time 0,03 ms.
OmniBook menjadi wajah baru laptop AI HP
Di sisi konsumen premium, HP memperkenalkan keluarga OmniBook Next Gen AI PC dengan dukungan performa AI hingga 50 NPU TOPS pada model tertentu. Seri ini ditujukan untuk produktivitas dan mobilitas, sekaligus memberi pengalaman komputasi yang lebih cerdas.
Model paling kuat di kelompok ini adalah OmniBook Ultra. Laptop tersebut memakai Intel Core Ultra X9 388H, memori internal hingga 64GB LPDDR5X 9600, penyimpanan PCIe Gen 5 hingga 2TB, dan layar OLED low blue light hingga 3K.
Layar OmniBook Ultra juga mendukung 500 nits, VRR 30-120Hz, cakupan warna 100% DCI-P3, dan Delta E <1. HP menempatkan model ini untuk pengguna yang membutuhkan kinerja tinggi dalam perangkat yang tetap portabel.
Varian lain untuk mobilitas dan harga yang lebih ramah
Masih di keluarga yang sama, OmniBook X Flip hadir sebagai laptop AI premium 2-in-1. Perangkat ini bisa berjalan dengan Intel Core Ultra 9 386H atau AMD Ryzen AI 9 465, ditambah memori LPDDR5X hingga 32 GB dan penyimpanan PCIe Gen 4 hingga 1 TB.
HP juga menyiapkan OmniBook 7 sebagai laptop AI PC ultra-ringan dengan bobot kurang dari 1 kg. Model ini memakai AMD Ryzen AI 7 350, memori LPDDR5X 16GB, penyimpanan PCIe Gen 4 512GB, serta layar IPS anti-glare WQXGA 13 inci dengan kecerahan 400 nits.
Untuk kelas yang lebih terjangkau, OmniBook 5 membawa prosesor hingga Intel Core Ultra 7 355 atau AMD Ryzen AI 7 445. Laptop ini menawarkan memori LPDDR5X hingga 32 GB, penyimpanan PCIe Gen 4 hingga 1 TB, dan layar sentuh OLED low blue light hingga resolusi 2K.
Di bawahnya, OmniBook 3 disiapkan dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 355 atau AMD Ryzen 7 160. HP menempatkan model ini sebagai laptop AI dengan performa andal untuk pengguna yang membutuhkan perangkat serba guna.
Bisnis dan profesional tetap mendapat perhatian
Selain konsumen dan gamer, HP memberi porsi untuk segmen kerja melalui ProBook 4 G2 Series. Seri ini diarahkan untuk produktivitas UKM dengan fokus pada durabilitas tinggi dan dukungan AI untuk kebutuhan bisnis harian.
Untuk knowledge workers dan kreator, HP menyiapkan EliteBook 8 G2 Series yang menekankan keseimbangan antara pekerjaan fokus dan kolaborasi intensif. Sementara itu, EliteBook X G2 Series hadir dengan bobot kurang dari 1 kg dan teknologi AI untuk eksekutif profesional.
EliteBook X G2 Series juga disebut pernah memperoleh penghargaan CES 2026 Innovation Award. HP menutup lini bisnisnya dengan EliteBook X Flip G2, laptop premium 2-in-1 yang mendukung mode laptop, tent, tablet, dan stand, serta pena garaged pen opsional.
Di sisi perangkat all-in-one, OmniStudio X tampil sebagai PC premium dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 9 386H, GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5050, dan layar IPS Neo LED QHD 27 inci dengan refresh rate 120 Hz.
Rangkaian produk tersebut memperlihatkan arah HP yang tidak hanya bertumpu pada laptop tipis, tetapi juga merangkul gamer, pekerja profesional, kreator, hingga pengguna rumahan lewat perangkat yang lebih variatif.
Source: www.gadgetdiva.id






