Huawei Kian Sulit Dikejar di China, Smartwatch Premium Makin Menentukan Pasar

Author: Redaksi Android62

Huawei kini menguasai hampir 40% pasar smartwatch di China, sebuah capaian yang menempatkannya jauh di depan para pesaing di salah satu pasar paling agresif di dunia. Di saat yang sama, penjualan smartwatch di negara itu juga naik 15% secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa persaingan smartwatch di China tidak lagi bertumpu pada desain dan fungsi dasar. Konsumen makin tertarik pada perangkat premium dengan fitur kesehatan yang lebih maju, dukungan AI, konektivitas 5G RedCap, dan kemampuan satelit.

Ekosistem Huawei menjadi pembeda utama

Keunggulan Huawei tidak hanya datang dari kuatnya merek, tetapi juga dari portofolio produknya yang luas. Strategi itu membuat perusahaan mampu menjangkau berbagai segmen harga dan kebutuhan pengguna.

Selain itu, ekosistem perangkat berbasis HarmonyOS memberi nilai tambah tersendiri. Integrasi antardevais yang lebih rapat membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mulus, terutama bagi konsumen yang sudah berada di dalam ekosistem Huawei.

Di pasar domestik, Huawei berada di depan Imoo dan Xiaomi yang harus berbagi pangsa di belakang pemimpin pasar. Menurut Anshika Jain dari Counterpoint Research, kombinasi portofolio luas, ekosistem terintegrasi, dan fokus pada fitur kesehatan premium menjadi alasan utama dominasi Huawei di China.

Fitur kesehatan mendorong minat ke model premium

Smartwatch kini dipandang sebagai perangkat kesehatan berbasis AI, bukan sekadar aksesori gaya hidup. Perubahan ini ikut menggeser prioritas pembeli ke arah model yang menawarkan fungsi pemantauan tubuh dan analisis kesehatan yang lebih lengkap.

Huawei menangkap arah tersebut dengan menghadirkan fitur seperti pemantau kualitas tidur, kesehatan emosional, dan deteksi aritmia. Di tengah permintaan yang naik, subsidi elektronik di China juga ikut mendorong konsumen untuk memperbarui perangkat ke model yang lebih baru.

Data pasar memperlihatkan bahwa harga jual rata-rata smartwatch global naik 6% pada periode yang sama. Kenaikan ini menguatkan sinyal bahwa konsumen rela membayar lebih untuk fitur yang dianggap penting.

Apple tetap dominan secara global

Di tingkat dunia, Apple masih memimpin dengan pangsa pasar 23% dan mencatat pertumbuhan pengiriman tercepat di antara merek besar, yaitu 21% secara tahunan. Performa itu menunjukkan bahwa ruang di pasar smartwatch premium masih terbuka lebar.

Counterpoint Research menilai Apple Watch SE 3 menjadi salah satu motor pertumbuhan penting. Model ini menarik pengguna baru karena harganya lebih terjangkau, tetapi tetap menawarkan peningkatan fitur kesehatan yang relevan.

Fitur yang disorot mencakup pelacakan tidur yang lebih akurat, pemantau suasana hati, dan deteksi gangguan irama jantung. Kombinasi harga yang lebih ramah dan fungsi kesehatan yang kuat membuat Apple tetap kompetitif di pasar yang semakin padat.

Arah pasar masih condong ke perangkat yang lebih cerdas

Tren global menunjukkan bahwa smartwatch semakin diposisikan sebagai wearable yang mengandalkan kecerdasan perangkat lunak dan sensor pintar. Standarisasi teknologi AI ikut mempercepat pergeseran tersebut, sementara konsumen tampak makin siap membayar lebih untuk kemampuan yang memberi manfaat langsung.

Huawei kini juga memegang 17% pangsa pasar global, menandakan pengaruhnya tidak hanya kuat di China. Namun, rantai pasokan dan strategi harga tetap menjadi faktor penting yang akan menentukan langkah produsen ketika persaingan global semakin ketat.

Source: www.gadgetdiva.id
Berita Terbaru