Huawei Uji Ponsel Layar 16:10, Desainnya Makin Dekat ke Fold Tanpa Lipatan

Huawei disebut sedang menguji sebuah ponsel flagship non-lipat dengan desain layar yang tidak biasa. Perangkat ini dikabarkan memakai panel 6,39 inci beresolusi kelas 2K dan rasio 16:10, format yang lebih lebar daripada kebanyakan ponsel premium saat ini.

Rasio tersebut membuat bentuk perangkat ini disebut lebih pendek dan lebar, sehingga kesannya mendekati layar bagian dalam ponsel lipat berukuran ringkas. Bedanya, konsep itu hadir pada perangkat candybar tanpa mekanisme lipatan.

Informasi awal mengenai perangkat ini muncul dari dua pembocor gadget, Digital Chat Station dan Smart Pikachu. Keduanya menyebut Huawei tengah menyiapkan ponsel non-lipat dengan pendekatan layar yang tidak lazim di pasar smartphone modern.

Dengan bidang horizontal yang lebih luas, format 16:10 diperkirakan memberi pengalaman yang berbeda dalam penggunaan harian. Layar seperti ini dinilai lebih nyaman untuk membuka dua aplikasi sekaligus, membaca dokumen, menonton video, dan menjalankan tugas produktivitas lain.

Bagian kamera dan daya ikut dibuat serius

Di luar desain layar, perangkat ini juga dirumorkan membawa spesifikasi kelas atas. Huawei disebut menyiapkan kamera utama 50 MP dengan sensor berukuran 1/1,3 inci, disertai kamera telefoto periskop 50 MP.

Ada pula sensor multispektral yang disebut ditujukan untuk membantu akurasi warna dan pemrosesan cahaya. Kombinasi ini menunjukkan Huawei tampaknya tidak hanya bermain di desain, tetapi juga menyiapkan perangkat dengan paket kamera yang kuat.

Untuk urusan performa, ponsel ini diperkirakan memakai chipset Kirin seri 9000. Meski model chip pastinya belum disebut, penyebutan seri tersebut mengarah pada kelas performa tinggi yang biasa digunakan pada perangkat premium Huawei.

Sektor baterai juga mencuri perhatian karena kapasitasnya disebut mencapai 7.000 mAh. Jika benar, angka ini tergolong besar untuk kelas flagship dan berpotensi menjadi salah satu daya tarik utama perangkat tersebut.

Selain itu, bocoran juga menyebut perangkat ini mendukung pengisian daya nirkabel atau wireless charging. Dukungan tersebut makin menegaskan posisinya sebagai ponsel premium, meski bukan di lini paling atas Huawei.

Posisi produk dan peluang rilis

Menurut Smart Pikachu, perangkat ini tidak ditujukan sebagai flagship utama, melainkan menyasar segmen menengah atas atau mid-to-high-end. Artinya, posisinya berada di bawah seri Mate yang selama ini menjadi lini flagship tertinggi Huawei.

Huawei sendiri bukan sepenuhnya asing dengan pendekatan layar lebar seperti ini. Perusahaan tersebut sebelumnya pernah memperlihatkan konsep serupa lewat ponsel lipat Pura X, meski perangkat yang sedang diuji disebut hadir sebagai ponsel biasa tanpa lipatan.

Jika bocoran ini akurat, Huawei tampaknya sedang mencoba membawa pengalaman visual ala perangkat lipat ke bentuk yang lebih sederhana. Langkah seperti itu berpotensi memberi pembeda penting di tengah pasar flagship yang desainnya cenderung seragam.

Rumor yang beredar menyebut perangkat ini kemungkinan diperkenalkan pada akhir tahun, dengan Desember 2026 sebagai waktu yang paling sering disebut setelah peluncuran seri Mate 90. Namun hingga kini belum ada informasi resmi dari Huawei mengenai keberadaan maupun nama perangkat tersebut.

Karena itu, seluruh detail yang beredar masih perlu dipandang sebagai bocoran awal. Meski begitu, kemunculan layar 16:10 pada ponsel non-lipat sudah cukup membuat perangkat ini menjadi salah satu kandidat produk Huawei yang paling menarik untuk dicermati.

Source: tekno.kompas.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer