Hujan Lebat Hingga Petir Mengintai Sejumlah Wilayah, Jawa Barat Tetap Diminta Siaga 5 Mei 2026

BMKG meminta masyarakat di sejumlah wilayah tetap waspada terhadap hujan lebat, petir, dan perubahan cuaca yang cepat pada Selasa, 5 Mei 2026. Peringatan ini menjadi penting karena kondisi atmosfer dapat bergeser dalam waktu singkat dan mengganggu aktivitas warga, terutama yang banyak beraktivitas di luar ruang.

Fokus perhatian terbesar tertuju ke Sumatera dan Jawa Barat. Di dua wilayah ini, BMKG menyoroti potensi dampak cuaca yang berbeda, mulai dari hujan disertai petir hingga hujan ringan yang tetap perlu diantisipasi.

Di Sumatera, BMKG memprakirakan hujan disertai petir di beberapa kota besar. Palembang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pinang termasuk wilayah yang diperkirakan terdampak kondisi tersebut.

Sejumlah kota lain di pulau itu juga diprakirakan mengalami hujan ringan. Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Bandar Lampung masuk dalam daftar wilayah dengan potensi hujan berintensitas lebih rendah.

Selain prakiraan untuk kota-kota tertentu, BMKG juga menaruh perhatian pada beberapa provinsi yang masuk kategori siaga hujan dengan intensitas tinggi. Prakirawan BMKG Puji Sibuea menyebut kesiapsiagaan diperlukan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, BMKG mengimbau warga agar tetap membawa payung dan jas hujan. Kota Bandung diprakirakan mengalami hujan ringan, dan kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Jakarta serta Serang.

Meski intensitas hujan di beberapa daerah tergolong ringan, BMKG tetap meminta warga tidak mengabaikan perubahan cuaca yang bisa datang mendadak. Situasi seperti itu dapat memengaruhi perjalanan, mobilitas, dan aktivitas harian masyarakat.

BMKG juga menekankan pentingnya memantau pembaruan cuaca secara rutin. Masyarakat diminta mengikuti kanal resmi BMKG melalui situs www.bmkg.go.id dan akun media sosial @info.bmkg agar informasi yang diterima tetap akurat.

Imbauan tersebut disampaikan supaya warga tidak mengandalkan kabar yang belum terverifikasi. Di tengah cuaca yang cepat berubah, pembaruan resmi menjadi rujukan utama untuk mengambil langkah antisipasi.

Selain itu, BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di sekitar wilayah Indonesia. Temuan ini menambah alasan bagi masyarakat di daerah rawan hujan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan awan dan badai lokal.

Source: bandung.kompas.com

Berita Terkait