Hutan Kota Disulap Jadi Panggung Seni Terbuka, Art Jakarta Gardens 2026 Hadirkan 31 Patung dan 26 Galeri

Di tengah Jakarta yang serba padat, Art Jakarta Gardens 2026 menawarkan pengalaman yang jarang ditemui: seni rupa kontemporer dipamerkan di ruang terbuka bersama lanskap hijau Hutan Kota by Plataran. Edisi kelima ini berlangsung hingga 10 Mei 2026 dan menempatkan 31 karya patung serta 26 galeri dari Indonesia dan Asia sebagai daya tarik utamanya.

Format tersebut membuat pengunjung melihat karya seni dengan cara yang berbeda dari pameran di ruang tertutup. Seni tidak hanya hadir sebagai objek pajang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan alam kota dan suasana ruang publik yang lebih cair.

Pembukaan resmi acara ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Dari pihak penyelenggara, Paramitha Soedarjo dan Hadh Ahmad Irfanda menyambut para tamu dalam seremoni yang juga dimeriahkan TRUST Orchestra dari TRUST Collective.

Kehadiran pelaku seni, kolektor, galeri, perwakilan institusi budaya, media, dan mitra utama menunjukkan besarnya dukungan lintas sektor untuk ajang ini. Situasi itu menegaskan posisi Art Jakarta Gardens sebagai ruang temu yang makin penting bagi ekosistem seni rupa Indonesia.

Hadh Ahmad Irfanda menyebut Art Jakarta Gardens tetap mempertahankan identitasnya sebagai pekan seni ruang terbuka. Tahun ini, jumlah partisipan galeri bertambah dengan hadirnya lima galeri baru dari Kuala Lumpur, Taipei, dan Seoul.

Masuknya galeri dari kawasan Asia memberi warna regional yang lebih kuat pada penyelenggaraan kali ini. Pertumbuhan itu juga menunjukkan bahwa acara ini berkembang bukan hanya dari jumlah peserta, tetapi juga dari luasnya jejaring yang terlibat.

Sebagai bagian dari perjalanan Art Jakarta yang sudah berlangsung lebih dari 15 tahun sejak diinisiasi MRA Media, Art Jakarta Gardens terus diposisikan sebagai platform untuk memperluas pengalaman publik terhadap seni rupa kontemporer. Setelah Art Jakarta Papers digelar pada awal tahun ini, penyelenggara kembali menegaskan komitmen membangun ekosistem seni yang dinamis melalui edisi Gardens.

Paramitha Soedarjo menyebut Art Jakarta Gardens 2026 sebagai ruang ketika seni dan alam bisa dinikmati berdampingan di tengah dinamika kota. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi galeri yang lebih luas dan program publik yang mampu menghidupkan interaksi lintas komunitas.

Sorotan Sculpture Garden

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian tetap datang dari Sculpture Garden. Area ini mempertemukan karya patung dengan lingkungan Hutan Kota by Plataran, sehingga pengunjung bisa melihat seni melalui skala, bentuk, dan hubungan langsung dengan ruang terbuka.

Beberapa karya yang ditampilkan antara lain T-REX dari Indra Lesmana berupa patung balon metalik, Dialog Hijau (Living on Affinity) karya Dian Hardiansyah dengan material porselen dan stoneware, serta Aura Kesenian Aura Capital karya Tisna Sanjaya. Yunizar juga kembali menghadirkan hewan fantastisnya lewat karya Turtle.

Di luar pameran visual, pengunjung juga dapat menikmati program publik multidisipliner. Program itu mencakup Kisah dari Samudera oleh Agus Nur Amal PM Toh dari MTN Seni Budaya, serta Laku Swargaloka dari Swargaloka yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation.

Panggung musik ikut menghidupkan suasana ruang luar tersebut. Sepuluh musisi dan band Indonesia dijadwalkan tampil, yaitu Ali, BABON, Basajan, Batavia Collective, Jo Soegono, KLAV, Klegoth Breaks, Pelteras, Rrag, dan The Cottons.

Dukungan mitra dan aktivasi di area pameran

Art Jakarta Gardens 2026 digelar dengan dukungan Bibit dan BCA sebagai Lead Partners. Dukungan lain datang dari Plataran Indonesia sebagai Venue Partner, Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai Strategic Partners, serta Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya sebagai Cultural Partner.

Irene Umar menilai sinergi antarkementerian dan mitra strategis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sektor seni rupa yang berkelanjutan. Sementara itu, Fadli Zon menekankan bahwa ekosistem seni yang sehat bertumpu pada kolaborasi, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Sejumlah mitra juga menghadirkan presentasi khusus di area pameran. Bibit berkolaborasi dengan Mulyana atau Mangmoel lewat instalasi Mogus (Monster Gurita Sigarantang) dalam tajuk Tentacles of Wealth, yang mengaitkan gurita dengan adaptabilitas, resiliensi, dan diversifikasi dalam investasi.

BCA hadir lewat myBCA Space melalui aktivitas Flazz Your Day, yang memungkinkan pengunjung mempersonalisasi kartu Flazz dengan foto pilihan mereka. BCA juga menyediakan layanan pembukaan rekening dan pengajuan kartu kredit di area pameran, lengkap dengan diskon tiket masuk 10 persen, cashback hingga Rp1,5 juta, Bebas Cicilan 1 Bulan dengan Cicilan 0% 12 Bulan, serta fleksibilitas cicilan 0% hingga 24 bulan.

Untuk nasabah BCA Solitaire dan Prioritas, tersedia Complimentary VIP Day & Regular Entrance serta cashback Rp2 juta untuk pembelian karya seni. Di sisi lain, iForte Energi menggandeng desainer Sigit D. Pratama lewat instalasi media baru Solagua yang memadukan panel surya, air, dan ritme gerak.

TACO mendukung lewat rancangan ticket box berbahan ACP bernuansa merah dan base berbahan HPL untuk seluruh karya patung di Sculpture Garden. LUAR juga ikut berpartisipasi melalui koleksi perabot eksterior dan payung untuk kenyamanan pengunjung di ruang terbuka.

Untuk tamu undangan, Art Jakarta Gardens dibuka pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 13.00–21.00 WIB. Publik dapat berkunjung pada Rabu–Jumat, 6–8 Mei 2026 pukul 13.00–21.00 WIB, lalu Sabtu–Minggu, 9–10 Mei 2026 pukul 11.00–21.00 WIB.

Source: www.suara.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer