Hyundai masih melihat peluang besar di segmen mobil listrik 7-seater di Indonesia. Celah itu dinilai penting karena kebutuhan konsumen tanah air terhadap mobil keluarga tetap tinggi, sementara jajaran mobil listrik Hyundai yang dijual saat ini masih didominasi model 5-seater.
Pada kondisi tersebut, Hyundai dinilai perlu menyiapkan model yang lebih dekat dengan pola belanja konsumen lokal. Salah satu opsi yang paling masuk akal adalah menghadirkan Stargazer dalam versi listrik murni.
Stargazer listrik dinilai paling relevan
Stargazer sudah menjadi andalan Hyundai di segmen LMPV sejak meluncur pada 2022. Model ini kemudian disusul Stargazer X yang mengisi kelas low SUV dan memperluas jangkauan mobil keluarga Hyundai.
Jika Stargazer mendapat varian listrik, Hyundai berpeluang masuk lebih dalam ke pasar mobil listrik keluarga. Kabin lega dan konfigurasi tujuh penumpang menjadi nilai yang paling relevan bagi pembeli di Indonesia.
| Opsi | Posisi di Pasar | Catatan |
|---|---|---|
| Stargazer listrik | Mobil keluarga listrik 7-seater | Dianggap paling dekat dengan kebutuhan pasar lokal |
| Ioniq 9 | SUV listrik 7-seater | Harus ditempatkan di atas Ioniq 5 dalam struktur produk |
| Staria EV | MPV listrik premium | Berpotensi mahal bila masih diimpor |
Opsi lain yang turut dipertimbangkan adalah Ioniq 9. SUV 7-seater ini pernah disebut Hyundai berpeluang hadir di Indonesia, sehingga tetap masuk dalam radar untuk mengisi segmen keluarga listrik yang lebih besar.
Harga dan posisi produk jadi tantangan
Masalah utama Ioniq 9 terletak pada posisinya yang harus berada di atas Ioniq 5 dalam struktur produk. Jika dibawa dalam bentuk CBU, harganya berisiko menembus di atas Rp 1 miliar dan menjadi kurang ramah bagi sebagian konsumen.
Situasi serupa juga bisa muncul pada Staria EV. Hyundai sudah lebih dulu menghadirkan Staria dalam versi BEV di luar negeri, tetapi membawa model itu ke Indonesia berpotensi memunculkan persoalan harga jika masih diimpor dari negara asalnya.
Persaingan di kelas MPV premium listrik juga tidak ringan. Denza D9 saat ini tercatat sebagai MPV listrik premium terlaris di Indonesia dan berhasil unggul atas Toyota Alphard di segmennya.
Di sisi lain, Hyundai juga menyiapkan Ioniq 3 untuk Indonesia. Model tersebut akan mengisi segmen hatchback listrik, tetapi untuk saat ini baru akan diperlihatkan ke publik karena belum bisa dirakit tahun ini.
Hyundai sendiri belum mengungkap rencana lebih jauh dan memilih menunggu waktu yang tepat untuk berbicara resmi. Strategi itu menunjukkan pabrikan asal Korea Selatan tersebut masih membaca pasar dengan hati-hati sebelum menambah amunisi mobil listrik keluarga.
