Gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris di Kabupaten Probolinggo sedang diarahkan untuk memasuki pasar yang lebih luas melalui identitas produk bersama. Langkah ini diharapkan menaikkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing perajin lokal.
Pengembangan tersebut menjadi penting karena usaha gula aren telah menjadi sumber penghidupan warga di sejumlah desa pada dua kecamatan itu. Produk yang sebelumnya lekat sebagai hasil perajin setempat kini disiapkan agar lebih mudah dikenali di pasar regional hingga nasional.
Basis Produksi di Krucil dan Tiris
Potensi gula aren di dua wilayah tersebut terlihat dari kapasitas produksi serta sebaran desa penghasilnya. Desa Kalianan di Kecamatan Krucil menghasilkan gula semut sekitar 30 kilogram per hari, sedangkan Kecamatan Tiris memiliki 12 desa penghasil dari total 16 desa.
| Wilayah | Potensi Produksi | Keterangan |
|---|---|---|
| Desa Kalianan, Krucil | Gula semut sekitar 30 kilogram per hari | Salah satu titik produksi gula aren |
| Kecamatan Tiris | 12 dari 16 desa menghasilkan gula aren | Menjadi mata pencaharian warga sejak lama |
Kapasitas di Desa Kalianan menunjukkan bahwa Krucil telah memiliki basis produksi yang dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas dan kelembagaan usaha. Sementara itu, sebaran penghasil gula aren di Tiris memperlihatkan keterlibatan masyarakat yang cukup luas dalam kegiatan ekonomi tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengembangkan Program Communal Branding Palm Sugar untuk mendukung penguatan produk tersebut. Program ini menempatkan gula aren dari Probolinggo sebagai calon produk unggulan yang bertumpu pada potensi kawasan dan usaha masyarakat.
Verifikasi Menentukan Arah Pengembangan
Sebelum program ditetapkan, tim dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama DKUPP Kabupaten Probolinggo melakukan verifikasi serta identifikasi lapangan. Kegiatan itu mencakup pemetaan kawasan, kapasitas produksi, mutu produk, kelembagaan pelaku usaha, dan kesiapan pemangku kepentingan.
Proses tersebut tidak semata menghitung jumlah produksi gula aren. Hasilnya akan dipakai untuk menyusun strategi branding komunal yang sesuai dengan kondisi usaha para perajin di Krucil dan Tiris.
Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Rahmad Cahyadi, mengatakan penguatan identitas bersama menjadi tujuan utama program tersebut. “Program itu diharapkan mampu membangun identitas bersama bagi gula aren Kabupaten Probolinggo, sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut Rahmad, tahap identifikasi diperlukan untuk melihat kesiapan daerah dalam mengembangkan produk unggulan. Pemetaan potensi dan komitmen pihak terkait akan menjadi dasar bagi penentuan arah pengembangan selanjutnya.
Dampak bagi UMKM dan Perajin
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menilai identitas bersama dapat membantu gula aren Krucil dan Tiris lebih mudah dikenal masyarakat. Ia menyebut penguatan UMKM Probolinggo melalui merek komunal juga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya identitas bersama, produk gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris akan lebih mudah dikenal masyarakat,” ujar Sugeng Wiyanto. Menurutnya, pengenalan yang lebih kuat berpotensi mendukung daya saing pelaku usaha yang mengolah dan memasarkan gula aren.
Sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pelaku usaha dipandang penting dalam program ini. Pengembangan identitas produk tidak hanya diarahkan pada pemasaran, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi para perajin.
Jatim Antara melaporkan hasil verifikasi lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi penetapan Program Communal Branding Palm Sugar Kabupaten Probolinggo. Tahap itu akan menentukan kesiapan gula aren lokal untuk tampil dengan identitas yang konsisten di pasar lebih luas.
Jika arah pengembangan tersebut berjalan sesuai rencana, gula aren dari Krucil dan Tiris diharapkan semakin kuat sebagai produk khas Kabupaten Probolinggo. Nilai ekonomi hasil olahan lokal pun ditargetkan tumbuh seiring penguatan usaha masyarakat di kedua kecamatan itu.
