Minyak Jelantah Dihargai Rp7.000 per Liter, Warga Jateng Bisa Tambah Penghasilan

Author: Redaksi Android62

Minyak jelantah kini dapat menjadi tambahan penghasilan bagi warga Jawa Tengah karena dihargai Rp7.000 per liter melalui Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah. Dari nilai tersebut, Rp5.000 diberikan kepada warga dan Rp2.000 masuk ke kas PKK desa.

Skema ini menawarkan cara baru mengelola sisa minyak goreng rumah tangga yang selama ini sering dibuang sembarangan atau dipakai berulang kali. Program juga ditujukan untuk mengurangi risiko kesehatan serta pencemaran lingkungan dari limbah dapur.

Pembagian Hasil per Liter

Komponen Ketentuan Nilai atau Peran
Harga minyak jelantah Setiap 1 liter Rp7.000
Bagian warga Hasil penjualan per liter Rp5.000
Kas PKK desa Hasil penjualan per liter Rp2.000
Kader PKK Desa dan kelurahan Edukasi serta koordinasi pengumpulan

Pengelolaan hasil penjualan dirancang menggunakan sistem digital yang mengonversi nilai minyak jelantah ke rekening masing-masing pengelola. Pencatatan melalui aplikasi memungkinkan transaksi dan hasil pengumpulan dipantau secara lebih transparan.

Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra menjelaskan, pelaksanaan program mencakup empat tahapan utama. Tahap tersebut terdiri atas edukasi warga, penyediaan titik kumpul, penjemputan oleh operator kecamatan, dan pencatatan digital.

Titik pengumpulan akan diperluas melalui jaringan Posyandu di Jawa Tengah yang mencapai 49.149 lembaga. Jaringan tersebut dipandang mampu menjangkau rumah tangga hingga tingkat desa dan kelurahan.

Peran Keluarga dan Kader PKK

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menekankan bahwa keluarga menjadi penentu keberhasilan gerakan ini. Minyak jelantah berasal dari kegiatan memasak sehari-hari, sehingga kebiasaan memilah limbah perlu dimulai dari rumah.

“Keberhasilan pengelolaan limbah minyak jelantah ini sangat bergantung sekali pada kesadaran dan partisipasi keluarga, terutama para ibu sebagai pengelola rumah tangga,” tegas Nawal. Kader PKK desa dan kelurahan akan menjalankan fungsi edukasi sekaligus mengoordinasikan pengumpulan.

Program tersebut diluncurkan Nawal dalam pertemuan awal Gerakan Minyak Jelantah Menjadi Rupiah di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Gerakan ini selaras dengan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

TP PKK Jawa Tengah menjalankan program melalui kerja sama dengan PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari. Gerakan ini menjadi tindak lanjut nota kesepahaman TP PKK dan TP Posyandu Jawa Tengah yang ditandatangani pada Hari Bumi, 22 April 2026.

Potensi Ekonomi Sirkular

Minyak jelantah tidak hanya diposisikan sebagai limbah rumah tangga, melainkan bahan yang dapat dimanfaatkan kembali dalam ekonomi sirkular. Bahan ini dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk bahan baku biodiesel dan bioavtur.

Nawal menyebut minyak jelantah juga telah digunakan sebagai bahan baku pengembangan Sustainable Aviation Fuel atau SAF di Kilang Pertamina Cilacap. Pemanfaatan tersebut memperlihatkan keterhubungan limbah dapur dengan upaya menuju energi yang lebih bersih.

Pengelolaan minyak jelantah di Kabupaten Batang menjadi salah satu contoh awal perluasan program di Jawa Tengah. Sejak Juni 2025 hingga sekitar satu tahun berikutnya, kegiatan di daerah itu menghasilkan omzet hingga Rp170 juta.

Di luar program minyak jelantah, TP PKK Jawa Tengah turut menandatangani kesepakatan dengan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang. Kerja sama itu berkaitan dengan pemberdayaan keluarga melalui gerakan memilah sampah menjadi tabungan emas.

Source: halosemarang.id
Berita Terbaru