IHSG Masih Tertekan, 5 Sekuritas Ini Menawarkan Jalan Masuk Dividen yang Lebih Menarik

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Di tengah IHSG yang masih tertekan, sejumlah saham dividen kembali terlihat menarik karena harga melemah sementara pembagian laba tetap berjalan. Kondisi ini membuat dividend yield terasa lebih menggoda, terutama ketika valuasi pasar masih murah.

PE ratio IHSG saat ini berada di kisaran 10-12 kali. Di saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 tercatat 5,61 persen YoY dan memberi sinyal bahwa fundamental domestik masih kuat.

Tekanan di pasar juga ikut dipengaruhi keputusan MSCI dalam review Mei 2026. Dalam penyesuaian itu, 18 saham Indonesia dicoret tanpa ada pengganti, terdiri dari 6 saham di Global Standard Index dan 13 saham di Small Cap Index.

Secara historis, tekanan jual seperti ini kerap memuncak sebelum rebalancing lalu mereda setelahnya. Karena itu, saham-saham yang rutin membagikan dividen kembali masuk pantauan, apalagi sejumlah emiten besar masih konsisten berbagi keuntungan.

Kelompok saham yang sering disebut menarik berasal dari perbankan, energi, dan konsumer. BBCA, BBRI, dan BMRI masuk daftar yang dikenal konsisten membagikan dividen, sementara PGAS, AKRA, UNVR, dan INDF disebut memiliki imbal hasil sekitar 4-11 persen.

Di tengah peluang itu, pemilihan sekuritas menjadi sama pentingnya dengan pemilihan saham. Investor membutuhkan platform yang aman, efisien, dan punya fitur riset memadai agar bisa menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang bergerak cepat.

Pluang dan SPOT dari Sucor Sekuritas

Pluang menjadi salah satu platform yang paling menonjol karena dipakai lebih dari 13 juta pengguna. Lewat satu aplikasi, pengguna bisa mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, mulai dari 950+ saham Indonesia, saham dan ETF Amerika, crypto, logam mulia, reksa dana, hingga derivatif seperti crypto perps dan options saham AS.

Fitur analisis di Pluang juga tergolong lengkap. Platform ini menyediakan charting modern, Stock Screener, data finansial, signal dan screeners, serta Pro Mode di Terminal Web yang terintegrasi dengan TradingView.

Sementara itu, Sucor Sekuritas lewat SPOT menawarkan akses ke 1000+ saham IDX dan reksa dana. Layanannya mencakup AMO, alerts, market news, serta pilihan order market, trailing stop, dan advanced.

SPOT ditujukan untuk investor ritel, trader aktif, hingga institusi yang membutuhkan rekomendasi saham dari analis. Kombinasi fitur transaksi dan informasi pasar membuatnya relevan bagi pengguna yang ingin bergerak cepat saat mengambil keputusan.

Growin’ Mandiri Sekuritas, Maybank Trade ID, dan Trima+

Mandiri Sekuritas melalui Growin’ mendukung transaksi saham Indonesia, reksa dana, dan obligasi dalam satu ekosistem digital. Aksesnya tersedia lewat aplikasi mobile, web, dan integrasi di Livin’ by Mandiri.

Salah satu fitur yang menonjol di Growin’ adalah Trade Now, Pay Later. Layanan ini memungkinkan pinjaman hingga 2,8× dari net cash dan 1,81× dari nilai portofolio.

Maybank Trade ID milik PT Maybank Sekuritas Indonesia fokus pada perdagangan saham Indonesia lewat Android dan iOS. Platform ini mencantumkan 1000+ saham IDX, obligasi, dan ETF.

Layanan itu disebut cocok bagi investor institusional yang membutuhkan akses penuh ke saham Indonesia dan rekomendasi saham dari analis. Keunggulannya ada pada fokus produk yang jelas dan ekosistem digital yang sederhana.

Trimegah lewat Trima+ juga menyediakan perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Fitur yang tersedia mencakup alert saham pilihan analis, AMO, market news, serta dukungan untuk saham, reksa dana, dan obligasi.

Platform ini cocok bagi investor ritel, institusional, maupun trader yang mengandalkan rekomendasi analis dan tipe order seperti market, trailing stop, dan advanced. Dengan cakupan produk yang luas, Trima+ memberi ruang bagi pengguna yang ingin mengelola portofolio dalam satu tempat.

Hal yang perlu diperhatikan investor

Saat valuasi IHSG masih rendah, momentum pasar yang tertekan memang bisa dimanfaatkan. Namun, pilihan sekuritas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, apakah fokus pada riset, biaya transaksi, kemudahan top-up, atau kelengkapan produk investasi.

Kehadiran Danantara juga memberi warna pada pasar modal Indonesia. Fitch Research memproyeksikan lembaga itu dapat mengumpulkan pendapatan dividen hingga lebih dari Rp 140 triliun untuk memperkuat ekosistem pasar modal.

Source: www.medcom.id
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru