Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu kini menjadi salah satu cara BTN menghubungkan kebiasaan rumah tangga dengan pembayaran cicilan rumah. Melalui skema ini, sampah anorganik yang disetorkan nasabah bisa diubah menjadi nilai ekonomi dan masuk ke rekening BTN.
Langkah tersebut membuat sampah rumah tangga tidak lagi diperlakukan semata sebagai limbah. BTN menempatkannya sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan yang sekaligus memberi manfaat finansial dan mendukung pengurangan emisi dari rumah tangga.
Program ini dijalankan lewat kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus. Masyarakat yang ikut serta dapat menyetorkan sampah anorganik, lalu nilainya dihitung sebagai bentuk pembayaran yang relevan dengan skema angsuran.
Jenis sampah yang diterima juga cukup umum ditemui di rumah. Plastik, kardus, aluminium, besi, dan kaca termasuk kategori yang bisa disetor dalam program tersebut.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut perubahan perilaku bisa dimulai dari rumah. Menurut dia, kerja sama dengan komunitas bank sampah lokal dirancang agar masyarakat merasakan manfaat ekonomi sekaligus ikut menjaga lingkungan.
“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo saat kunjungan ke Bank Sampah Muria Berseri Kudus.
BTN juga menyoroti besarnya peran rumah tangga dalam persoalan sampah nasional. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rumah tangga menyumbang sekitar 46,3% dari total produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun.
Dari volume itu, baru 31,3% atau sekitar 10,7 juta ton yang berhasil dikelola. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pengelolaan sampah dari level rumah tangga.
Hingga Maret 2026, program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah. Jumlah itu berasal dari 21 klaster perumahan yang sudah bergabung dalam program.
Capaian tersebut menjadi dasar bagi BTN untuk memperluas jangkauan program. Bank pelat merah itu menyebut ekspansi akan dilakukan ke 8 provinsi dan 15 kota di Indonesia.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan program ini juga mempererat hubungan BTN dengan masyarakat. Ia menegaskan BTN ingin hadir bukan hanya saat nasabah membeli rumah, tetapi juga saat kebiasaan baru yang bernilai ekonomi mulai dibangun.
“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Hermita.
Dengan skema ini, angsuran rumah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban pembayaran. BTN mengaitkannya dengan tindakan sederhana dari rumah yang bisa membantu lingkungan dan memberi nilai ekonomi langsung bagi masyarakat.
