IHSG Terseret Ke Level 6.167, Aksi Jual Makin Dalam Di Tengah Tekanan Global

Author: Redaksi Android62

Tekanan jual membuat IHSG langsung kehilangan pijakan dan berakhir di 6.167,36, atau turun 2,40 persen pada perdagangan Kamis pagi. Posisi itu bahkan menempatkan indeks acuan Bursa Efek Indonesia di titik terendah dalam 52 minggu terakhir.

Di awal sesi, pergerakan sempat terlihat lebih tenang ketika IHSG dibuka di 6.366,48 dan naik ke 6.378,81. Namun, keadaan cepat berubah setelah aksi jual mendominasi sejak pembukaan dan indeks kemudian terus melemah hingga menyentuh level terendah harian 6.163,56 pada pukul 10.58 WIB.

Dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.318,50, koreksi pagi itu menunjukkan investor semakin berhati-hati menghadapi pasar yang bergejolak. Jarak IHSG dari level tertingginya dalam setahun terakhir, yakni 9.174,47, juga makin jauh dan menegaskan besarnya tekanan yang sedang terjadi.

Sentimen luar negeri masih membayangi

Analis menilai tekanan global masih menjadi faktor utama yang menekan bursa. Kekhawatiran soal suku bunga tinggi, keluarnya dana asing, dan pelemahan rupiah ikut mendorong aksi jual pada sejumlah saham unggulan.

Di saat yang sama, pasar juga kembali menghitung prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Kekhawatiran terhadap potensi perlambatan konsumsi masyarakat membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi.

Investor memilih bertahan lebih dulu

Dalam kondisi seperti ini, banyak investor cenderung memangkas risiko dan mengurangi eksposur ke aset berisiko. Langkah tersebut umum diambil untuk menjaga portofolio agar tidak ikut tertekan jika pelemahan berlanjut.

Meski begitu, tidak semua pelaku pasar memilih menjauh dari saham. Sebagian investor jangka panjang justru memanfaatkan koreksi untuk akumulasi, terutama pada saham berfundamental kuat di sektor perbankan dan komoditas.

Pasar masih rapuh

Kombinasi tekanan eksternal dan kekhawatiran domestik membuat pasar bergerak dalam kondisi rapuh. Selama sentimen global belum membaik, volatilitas di pasar saham diperkirakan masih akan tetap tinggi.

Pelemahan IHSG pada sesi pagi itu memperlihatkan bahwa investor belum menemukan pegangan yang cukup kuat untuk kembali masuk agresif. Arah pasar dalam waktu dekat masih akan sangat ditentukan oleh perkembangan sentimen global dan cara pelaku pasar membaca risiko yang ada.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru