Jawa Tengah Punya Ikub 80,07, Taj Yasin Minta Kerukunan Tak Longgar di Tengah Keberagaman

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa kerukunan di provinsi itu harus terus dijaga di tengah keberagaman yang besar. Penegasan tersebut mengemuka saat Indeks Kerukunan Umat Beragama atau IKUB Jawa Tengah tercatat mencapai 80,07.

Angka itu dinilai menjadi penanda kuat bahwa toleransi di tengah masyarakat masih terawat dengan baik. Jawa Tengah sendiri disebut sebagai provinsi besar dengan populasi 37 juta jiwa yang dihuni beragam agama, suku, dan budaya.

Pengakuan untuk daerah yang toleran

Dalam pandangan Taj Yasin, kehidupan sosial di Jawa Tengah selama ini berjalan cukup baik dalam menyikapi perbedaan. Ia menilai wilayah ini tergolong sangat toleran, dan sejumlah daerah di dalamnya bahkan telah memperoleh pengakuan sebagai Kota Toleran.

Beberapa kota yang masuk daftar tersebut adalah Salatiga, Magelang, dan Semarang. Kondisi itu menjadi salah satu gambaran bahwa ruang hidup yang majemuk di Jawa Tengah masih mampu dijaga dengan relatif harmonis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Central Java Prayer Breakfast 2026 yang digelar Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional atau Bamagnas Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang.

Tokoh agama diminta terus bersinergi

Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para romo, pendeta, dan umat yang tergabung dalam Bamagnas Jawa Tengah. Menurut dia, mereka konsisten mendoakan kesejahteraan, kerukunan, kebersamaan, dan ketenteraman di Jawa Tengah.

Ia meminta Bamagnas terus bersinergi dalam pengembangan kerukunan umat beragama. Organisasi lintas iman itu juga diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat agar manfaatnya terasa lebih luas.

Dalam forum tersebut, Taj Yasin menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh agama dan elemen masyarakat. Menurut dia, persatuan menjadi kunci agar Jawa Tengah tetap harmonis dan sejahtera di tengah keberagaman yang besar.

Bamagnas siap menjadi mitra pemerintah

Ketua DPW Bamagnas Jawa Tengah, Yermia Supra, menyatakan organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah menjaga kerukunan sekaligus memperkuat pelayanan sosial.

Yermia juga menegaskan kesiapan Bamagnas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Sikap itu memperlihatkan peran sosial organisasi tersebut yang ingin hadir bagi semua lapisan warga.

Sementara itu, Sekretaris DPW Bamagnas Jawa Tengah, Gouw Ivan Siswanto, menilai sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah sangat penting. Kerja sama itu, menurut dia, dibutuhkan untuk membangun Jawa Tengah yang harmonis, toleran, sejahtera, dan berkeadilan sosial.

Source: joglojateng.com

Berita Terkait