Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat telah menewaskan sedikitnya 25 orang dalam sepekan terakhir. Kondisi itu terjadi bersamaan dengan peringatan panas yang masih berlaku bagi sekitar 40 juta penduduk di wilayah Pantai Timur, tenggara, dan barat daya AS.
Ancaman cuaca buruk tidak berhenti pada suhu tinggi. National Weather Service atau NWS juga memperingatkan potensi badai petir yang dapat membawa angin kencang, hujan es, dan banjir bandang di sejumlah wilayah Pantai Timur.
Korban jiwa dan dampak kesehatan
Laporan NBC News menyebut New Jersey menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 22 orang yang diduga meninggal akibat paparan cuaca panas. Illinois melaporkan satu korban jiwa, sementara Mississippi mencatat dua kematian.
Di New York City, Departemen Kesehatan mencatat lebih dari 378 orang harus dirawat di instalasi gawat darurat karena penyakit yang berkaitan dengan panas. Data itu menunjukkan bahwa dampak gelombang panas tidak hanya terasa di satu negara bagian, tetapi juga memukul kota-kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi.
Peringatan meluas di Pantai Timur
NWS menyebut suhu dan kelembapan tinggi masih berpotensi membahayakan warga dalam beberapa hari ke depan. Peringatan banjir juga masih berlaku bagi sekitar 34 juta orang dari Delaware hingga Connecticut, termasuk New York.
Badan cuaca itu memperkirakan curah hujan di beberapa lokasi bisa mencapai 3 inci atau sekitar 7,6 sentimeter. Kondisi tersebut menambah risiko bagi warga yang sudah lebih dulu menghadapi panas ekstrem dan cuaca yang tidak stabil.
Jaringan listrik ikut terdampak
Cuaca buruk juga memukul jaringan listrik di sejumlah daerah. Badai hebat yang menyertai gelombang panas menyebabkan lebih dari 842.000 rumah mengalami pemadaman listrik pada Jumat, tepat saat perayaan kemerdekaan ke-250 Amerika.
Indeks panas berada di level berbahaya
NWS menyebut indeks panas di beberapa kota diperkirakan berada pada kisaran 100 hingga 105 derajat fahrenheit, atau sekitar 37,7 hingga 40,5 derajat celsius. Angka itu menggambarkan suhu yang dirasakan tubuh setelah memperhitungkan kelembapan udara, sehingga risikonya bisa lebih tinggi daripada suhu udara biasa.
Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di kota-kota seperti Philadelphia, Washington, Baltimore, Raleigh, Charleston di South Carolina, dan Jacksonville di Florida. Dengan kombinasi panas ekstrem, badai, dan ancaman banjir, otoritas cuaca masih meminta warga tetap waspada terhadap perubahan kondisi yang cepat.
