Indonesia Jadi Panggung Awal Ekspansi AGIBOT, Robot Humanoid Mulai Masuk Ke Sektor Nyata

AGIBOT membuka langkah ekspansi di Indonesia dengan membawa robot humanoid dan solusi yang sudah dilokalkan ke Jakarta. Kehadiran perusahaan kecerdasan buatan berwujud asal China itu menandai semakin dekatnya robotika ke pasar nyata di Asia Tenggara.

Dalam konferensi mitra perdananya, AGIBOT menampilkan robot humanoid yang memperlihatkan kemampuan mobilitas otonom, interaksi manusia-mesin, dan pelaksanaan tugas. Demonstrasi itu menjadi salah satu pusat perhatian karena menunjukkan bahwa teknologi tersebut tidak lagi berhenti pada konsep.

Pasar yang dinilai strategis

Deng Feng, presiden AGIBOT untuk kawasan Timur Tengah dan Asia-Pasifik, menyebut Indonesia bukan hanya perekonomian terbesar di ASEAN. Ia juga menilai Indonesia sebagai salah satu pasar strategis paling dinamis bagi industri AI berwujud global.

Langkah perusahaan ini sejalan dengan arah kebijakan industri nasional yang dalam beberapa tahun terakhir mendorong Making Indonesia 4.0 dan menempatkan kecerdasan buatan sebagai bidang prioritas. Di sisi lain, AGIBOT berencana mengenalkan model Robot-as-a-Service atau RaaS di Indonesia.

Dukungan dari pemerintah dan industri

Dari unsur pemerintah, Achmad Adhitya, staf khusus Wakil Presiden RI, menilai robotika bukan lagi konsep yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap AGIBOT dapat menjadi salah satu pelopor industri robot humanoid di Indonesia dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan teknologi serta sosial di Tanah Air.

Dukungan juga datang dari sektor komunikasi dan ekonomi kreatif. Aju Widya Sari, direktur Kecerdasan Buatan dan Ekosistem Teknologi Baru di Kementerian Komunikasi dan Digital RI, berharap kehadiran AGIBOT mendorong kerja sama riset ilmiah, pengembangan talenta, dan inovasi kolaboratif antara industri, akademisi, serta pemerintah.

Dandy Yudha Feryawan, direktur Teknologi Digital Baru di Kementerian Ekonomi Kreatif RI, menambahkan bahwa masuknya AGIBOT tidak hanya membawa teknologi dan produk canggih. Ia menyebut kehadiran perusahaan itu juga dapat memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengembangan talenta lokal.

Arsitektur yang ditawarkan AGIBOT

AGIBOT menjelaskan bahwa produknya dibangun dengan arsitektur terintegrasi yang menggabungkan kecerdasan gerak, kecerdasan interaktif, dan kecerdasan operasional dalam satu rangkaian kemampuan. Pendekatan ini dirancang agar dapat dipakai di berbagai sektor.

Sektor yang disasar meliputi manufaktur industri, layanan komersial, penelitian ilmiah, dan pendidikan. Dengan arah itu, perusahaan melihat peluang penerapan yang lebih luas seiring meningkatnya kebutuhan industri di Indonesia.

Kehadiran AGIBOT di Jakarta memperlihatkan bahwa persaingan robotika humanoid mulai bergerak lebih dekat ke pasar Asia Tenggara. Indonesia kini menjadi salah satu titik penting untuk uji ekspansi teknologi AI berwujud dari China, terutama ketika minat terhadap robot humanoid terus meningkat.

Berita Terkait