Indonesia Kejar Kursi Strategis di WAICO, Kedaulatan AI Global Jadi Taruhan

Author: Redaksi Android62

Indonesia mengusulkan peran penting di sekretariat World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO, organisasi kerja sama kecerdasan artifisial global yang baru dibentuk. Langkah ini membuka peluang bagi Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam pembentukan arah tata kelola AI dunia.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan bilateral tingkat tinggi di Shanghai, Sabtu (18/7). Posisi di sekretariat dipandang strategis karena WAICO akan menjadi ruang pembahasan kerja sama pengembangan sekaligus pengaturan AI.

Peran Strategis di Tengah Pembentukan Aturan AI

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam struktur sekretariat bukan hanya soal keanggotaan organisasi. Peran itu dapat memperkuat penyampaian kepentingan nasional saat pembahasan prinsip, arah kerja sama, dan pengaturan AI dilakukan di tingkat global.

Pemerintah membawa agenda tata kelola AI yang berpusat pada manusia dalam forum tersebut. Indonesia juga menekankan pentingnya pembagian manfaat pembangunan yang lebih merata, multilateralisme inklusif, dan penghormatan terhadap kedaulatan digital tiap negara.

Prinsip yang didorong Indonesia disebut selaras dengan nilai-nilai Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pendekatan ini menempatkan teknologi AI bukan semata sebagai instrumen kemajuan, melainkan juga sebagai isu pemerataan manfaat antarnegara.

Agenda Fokus Indonesia Ruang Kerja Sama
WAICO Posisi di sekretariat Tata kelola AI global dan kedaulatan digital
Perdagangan Akses pasar ekspor Optimalisasi perdagangan dan rantai pasok
Investasi Industri dan energi hijau TCTP, Solar PV, BESS, dan ekosistem baterai

Status sebagai Negara Pendiri

Indonesia telah dikukuhkan sebagai negara pendiri WAICO melalui penandatanganan deklarasi pendirian organisasi di Shanghai. Status tersebut menempatkan Indonesia di antara negara-negara awal yang terlibat dalam menentukan arah kolaborasi WAICO.

CNN Indonesia melaporkan, pemerintah memanfaatkan keikutsertaan itu untuk memperjuangkan posisi negara berkembang dalam pembicaraan mengenai AI. Penekanan pada kedaulatan digital menjadi bagian penting dari sikap yang dibawa Indonesia.

AI Berjalan Bersama Agenda Ekonomi

Pembicaraan Airlangga dan Wang Yi juga mencakup hubungan ekonomi Indonesia-China yang lebih luas. Kedua pihak membahas penguatan perdagangan dan investasi sebagai bagian dari kerja sama bilateral.

Di sektor perdagangan, Indonesia mendorong percepatan akses pasar bagi produk ekspor nasional. Pemerintah juga menilai optimalisasi potensi perdagangan diperlukan untuk menghadapi hambatan yang muncul dalam rantai pasok.

Untuk investasi, Indonesia menawarkan pengembangan kawasan industri terintegrasi kepada perusahaan manufaktur maju dan ekonomi digital dari China. Penawaran tersebut disampaikan melalui kerangka Two Countries Twin Parks atau TCTP.

Energi Hijau dan Ekosistem Baterai

Investasi hijau menjadi salah satu bidang yang turut dibahas dalam pertemuan di Shanghai. Indonesia menyatakan siap memfasilitasi percepatan program 100 GW Solar PV dan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System.

Pemerintah juga menyoroti peluang pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park. Kawasan tersebut masuk dalam tawaran kolaborasi investasi yang disampaikan kepada pelaku usaha dari China.

Pada agenda kawasan, Indonesia menyatakan dukungan terhadap keketuaan China dalam APEC 2026 yang direncanakan berlangsung di Shenzhen pada November. Indonesia turut mengusulkan pertemuan bilateral antarkepala negara dan forum bisnis di sela kegiatan itu.

Airlangga menyatakan kesiapan untuk berkomunikasi secara berkala dengan Wang Yi guna menjaga keberlanjutan kerja sama dan membantu penyelesaian hambatan investasi. Wang Yi juga diundang melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru