Indonesia Masih Punya Ruang Besar, Premi Asuransi Naik 11 Persen di Tengah Pasar Global yang Stabil

Author: Redaksi Android62

Indonesia masih menyimpan ruang pertumbuhan besar di tengah industri asuransi dunia yang terus bergerak naik. Penetrasi asuransi nasional yang baru mencapai 1,3 persen terhadap PDB menjadi penanda bahwa banyak kebutuhan perlindungan belum terpenuhi.

Allianz Research memperkirakan pertumbuhan tahunan industri asuransi Indonesia mencapai 8,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6 persen. Di sisi lain, total premi asuransi Indonesia tercatat tumbuh 11 persen menjadi EUR15,8 miliar.

Pasar global tetap melaju, meski tidak setinggi tahun sebelumnya

Secara global, premi industri asuransi diperkirakan naik 7,1 persen menjadi EUR6,9 triliun sepanjang 2025. Kenaikan itu setara tambahan premi EUR456 miliar dan masih berada di atas rata-rata pertumbuhan satu dekade terakhir.

Laju tersebut memang lebih rendah dibanding 2024, tetapi belum menunjukkan perlambatan tajam. Allianz Global Insurance Report 2026 melihat industri tetap tumbuh di tengah ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi.

Segmen jiwa masih menjadi yang terbesar di pasar dunia dengan nilai EUR2.861 miliar. Di bawahnya ada asuransi umum sebesar EUR2.320 miliar dan asuransi kesehatan senilai EUR688 miliar.

Segmen Nilai Premi Global Catatan
Asuransi Jiwa EUR2.861 miliar Segmen terbesar
Asuransi Umum EUR2.320 miliar Menuju normalisasi harga
Asuransi Kesehatan EUR688 miliar Tumbuh paling cepat

Asia tetap menjadi motor utama pertumbuhan

Di kawasan Asia, kebutuhan perlindungan, tingkat tabungan yang tinggi, dan perubahan demografi masih mendorong industri asuransi. Premi asuransi jiwa di Asia naik 9,9 persen pada 2025, dengan Tiongkok mencatat pertumbuhan 11,4 persen.

Asia juga masih menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia. Posisi itu ditopang populasi yang menua, tabungan yang tinggi, serta sistem pensiun publik yang belum sepenuhnya komprehensif di banyak negara.

Asuransi kesehatan pun mencatat momentum penting. Secara global, premi segmen ini tumbuh 12,3 persen pada 2025, laju tertinggi sejak 2014.

Asuransi umum memasuki fase yang lebih normal

Pasar asuransi kerugian bergerak menuju normalisasi setelah periode kenaikan harga. Premi global pada segmen ini naik 3,8 persen pada 2025, lebih rendah dari pertumbuhan 8,5 persen pada tahun sebelumnya.

Laju itu juga berada di bawah rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk 10 tahun sebesar 5,6 persen. Kondisi tersebut terjadi seiring matangnya siklus harga dan mulai stabilnya inflasi klaim.

Allianz Research menilai industri masih tumbuh, tetapi dengan pola yang lebih seimbang dibanding fase kenaikan sebelumnya. Pada saat yang sama, segmen ini tetap diproyeksikan mencatat pertumbuhan solid di hampir seluruh pasar sampai 2036.

Prospek jangka panjang tetap terjaga

Dalam sepuluh tahun ke depan, pasar asuransi global diperkirakan tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi dunia. Proyeksi itu ditopang oleh kebutuhan perlindungan yang terus berkembang di banyak negara.

Untuk Indonesia, pertumbuhan jangka panjang diperkirakan tetap kuat di sejumlah segmen. Asuransi kerugian diproyeksikan tumbuh 7,3 persen, sedangkan asuransi jiwa berada di level 7,9 persen.

Kenaikan biaya layanan kesehatan juga menjadi perhatian di Indonesia. Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, mengatakan premi asuransi kesehatan harus tetap berkelanjutan dan terjangkau agar akses perlindungan berkualitas bisa bertahan dalam jangka panjang.

Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset,” kata Alexander dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru